alexametrics

Takbiran Keliling di Sidoarjo Dilarang, Boleh di Masjid dan Musala

21 Mei 2020, 17:17:04 WIB

JawaPos.com – Tokoh-tokoh agama dan pimpinan organisasi Islam menyepakati kebijakan dan aturan saat perayaan Idul Fitri mendatang. Salah satunya, takbiran dilarang dilakukan secara keliling. Hanya boleh di masjid dan musala. Itu pun dengan aturan protokol kesehatan.

Rapat berlangsung di kantor Pemkab Sidoarjo. Hadir pula Plt Bupati Nur Ahmad Syaifuddin. Ada beberapa kesepakatan. Pertama, mekanisme pembagian zakat fitrah atau mal diserahkan langsung ke tempat tinggal yang berhak menerima (mustahik). Tidak boleh mengumpulkan para penerima yang menimbulkan kerumunan massa.

Lalu, takbiran diperbolehkan di masjid atau musala, lapangan desa, maupun kelurahan. Syaratnya, daerah itu masih berkategori hijau atau kuning. Pelaksanaannya harus melalui protokol kesehatan. Namun, takbiran keliling tetap dilarang.

Pelaksanaan salat Idul Fitri pun diizinkan di masjid, musala, lapangan desa, atau kelurahan. Namun, izin itu diperuntukkan daerah yang masih masuk kategori hijau atau kuning. Juga dengan protokol kesehatan.

’’Harus memproteksi wilayahnya untuk tidak menerima jamaah dari luar. Siapa yang tahu kalau ternyata ada carrier,’’ terang Cak Nur, sapaan Nur Ahmad.

Halalbihalal atau open house dilarang di kantor pemerintah dan swasta. ’’Yang menjadi masalah bukan ibadahnya, melainkan kerumunannya,’’ katanya. Namun, pemkab tidak melakukan penekanan, tapi hanya minta kesadaran bersama.

Direktur Aswaja NU Center Sidoarjo Dr KH Sholeh Qosim MSi meminta warga membedakan ibadah yang hukumnya fardu dan sunah. ’’Yang fardu sebisa mungkin dijalankan dengan cara yang bisa dilakukan,’’ terangnya. Yang sunah, sekiranya masih ada peluang melakukan dan tidak ada mudarat, tetap dijalankan.

’’Mengingat itu sunah, menjaga bahaya atau kerusakan lebih kita utamakan daripada mencari kebaikan,’’ ujarnya.

Contohnya, salat Jumat dan salat Idul Fitri. Sama-sama salat. Sebisa-bisanya salat Jumat didirikan. Sebab, salat Jumat pengganti salat Duhur. Namun, protokol kesehatan tetap diperhatikan. Misalnya, bisa dengan delapan orang.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : uzi/c19/roz

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads