alexametrics

Pemkot Surabaya Larang Takbir Keliling, Imbau Salat Id di Rumah

21 Mei 2020, 19:19:38 WIB

JawaPos.com – Pemkot Surabaya secara khusus mengeluarkan surat imbauan terkait larangan takbir keliling di Kota Pahlawan. Imbauan tersebut berkaitan dengan penanganan pandemi Covid-19 di Surabaya. Surat itu sudah disampaikan kepada para camat, lurah, serta pengurus atau takmir masjid dan musala se-Surabaya.

Surat tersebut melarang takbir keliling di jalan raya maupun di perkampungan dengan berjalan kaki serta mengumpulkan massa. Petugas di pos-pos perbatasan kota juga diperintahkan untuk menghalau bila ada takbir keliling yang masuk dari luar kota.

Sementara itu, takbir di tempat ibadah tetap diperkenankan. Namun tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Misalnya, tetap menjaga jarak, mengenakan masker, serta bisa menggunakan media elektronik.

Wakil Koordinator Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COvid-19 di Surabaya M. Fikser mengungkapkan, selain imbauan untuk tidak melaksanakan takbir keliling, pemkot berharap salat Idul Fitri dilaksanakan di rumah saja. Hal tersebut sesuai dengan anjuran dari pemerintah pusat.

’’Sampai sekarang kita tetap melaksanakan imbauan pemerintah untuk beribadah di rumah,’’ jelas Fikser Rabu (20/5).

Sementara itu, Ketua PC NU Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri menuturkan bahwa mereka berpedoman pada surat edaran dari PW NU Jawa Timur. Dalam surat imbauan tersebut memang masih diperkenankan menyelenggarakan salat Idul Fitri. Tetapi tetap harus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Mulai pengecekan suhu tubuh, memakai masker, hingga menjaga jarak.

Dia mengungkapkan bahwa kondisi secara umum di Surabaya memang masih dalam zona merah. Namun, di beberapa titik perkampungan ada yang masih aman atau tidak ditemukan kasus Covid-19.

’’Misalnya, di kampung yang tidak ada persebaran di situ. Aman-aman saja ya dipersilakan. Tapi, jangan digeneralisasi. Ya, dipilah-pilah mana yang aman dan tidak aman,’’ katanya.

Secara terpisah, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya M. Arif’an memastikan bahwa Muhammadiyah tidak akan melangsungkan salat Idul Fitri di masjid, lapangan, atau jalan. Keputusan tersebut tegak lurus dari pimpinan pusat yang dijalankan dari tingkat daerah, ranting, dan amal usaha Muhammadiyah di Surabaya.

Tanpa Takbir Keliling

  • Tidak takbiran di jalan raya maupun perkampungan dengan mengumpulkan massa.
  • Takbiran di masjid, musala, atau rumah. Di masjid atau musala, peserta takbiran diminta untuk menjalankan protokol kesehatan seperti bermasker dan tetap menjaga jarak.
  • Petugas pos perbatasan akan menghalau takbir keliling dari luar kota yang hendak masuk ke Surabaya.
  • Surat diberikan kepada lurah, camat, serta pengurus atau takmir masjid dan musala.
  • Surat ditembuskan ke Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kapolrestabes Surabaya, dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

Sumber: Pemkot Surabaya

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/c15/ady

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads