alexametrics

ITTS Ciptakan Dua Model Alat Sterilisasi Persebaran Virus di Surabaya

21 Maret 2020, 15:48:52 WIB

JawaPos.com – Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) membuat dua model alat sterilisasi persebaran Covid-19. Dua alat tersebut merupakan pesanan dari Pemkot Surabaya untuk mencegah persebaran virus yang bermula dari Wuhan, Tiongkok, itu.

Dua alat sterilisasi tersebut dipajang di lobi kampus ITTS kemarin. Satu alat bermodel chamber atau kamar. Satu lagi bermodel tunnel atau terowongan. Dua alat itu memiliki fungsi sama, yakni sterilisasi orang.

’’Yang chamber menggunakan model uap. Sementara itu, model tunnel seperti spray,’’ ucap Rektor ITTS Tri Arief Sardjono. Untuk model chamber, orang yang masuk harus memutar badan sekitar 10 detik. Dari situ, alat tersebut akan mengeluarkan gas disinfektan yang nanti bisa mensterilisasi tubuh dan pakaian dari bakteri dan virus.

Untuk tunnel, orang tinggal berjalan. Kemudian, spray menyemprotkan cairan disinfektan dari dua sisi. Arief mengatakan, model tunnel cocok digunakan di ruang publik dan perkantoran karena bisa sambil jalan.

Dua model alat tersebut sudah bisa digunakan. Kini tim ITTS sedang berkoordinasi dengan beberapa kampus dan dinas kesehatan (dinkes). Koordinasi itu terkait dengan keamanan alat ketika nanti difungsikan di publik.

’’Sistem dan alat sudah siap. Tapi, untuk keamanan, dibutuhkan koordinasi,’’ jelasnya. Misalnya, gas disinfektan. Mereka masih mencari yang aman untuk tubuh. Kemudian, nanti bahan yang bisa efektif membunuh virus atau bakteri juga perlu dikoordinasikan.

PESANAN PEMKOT SURABAYA: Rektor ITTS Tri Arief Sardjono menjelaskan cara kerja alat sterilisasi model chamber. (Edi Susilo/Jawa Pos)

’’Soal virus, kami jalin koordinasi dengan virologi dari Universitas Airlangga (Unair),’’ ujarnya. Semua saat ini membutuhkan koordinasi bersama. ITTS siap berkolaborasi untuk mengantisipasi persebaran Covid-19.

Arief menjelaskan, saat ini alat itu siap diproduksi masal sehingga bisa difungsikan sebagai penanggulangan dan pencegahan. Efektivitasnya nanti bisa diperbaiki sambil berproses. ’’Yang penting sekarang, bisa berfungsi lebih dulu,’’ tuturnya.

Saat ini ITTS sudah berkoordinasi dengan pemkot. Pembuatan alat tersebut juga merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Tri Rismaharini. Saat ini sudah ada beberapa instansi dan daerah yang memesan alat itu.

Arief memastikan saat ini alat tersebut bisa diproduksi secara masal. Dia mengungkapkan, untuk membuat dua jenis alat itu, tim ITTS hanya membutuhkan waktu satu hari. ’’Alat dan mesinnya juga sudah tersedia. Tinggal dipasang dan dibuat konstruksinya,’’ katanya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : elo/c20/ady

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads