alexametrics

Dinas Pendidikan Surabaya Perpanjang Libur sampai 28 Maret

21 Maret 2020, 16:48:18 WIB

JawaPos.com – Libur sekolah sepekan terakhir untuk jenjang PAUD hingga SMP di Surabaya diperpanjang hingga 28 Maret. Dinas Pendidikan Surabaya menyebarkan surat pemberitahuan tersebut kemarin (20/3).

Surat tersebut sekaligus merevisi dua surat sebelumnya yang menyatakan libur sekolah hanya sampai hari ini (21/3). Para siswa diminta untuk tetap belajar di rumah.

Kepala Dispendik Surabaya Supomo membenarkan adanya surat pemberitahuan libur tersebut. Dia pun menjelaskan bahwa pihaknya memperhatikan hasil evaluasi dari tim khusus terkait kondisi terkini di Surabaya. Tim itu bisa memberikan pertimbangan untuk melanjutkan libur atau masuk sekolah.

”Pertimbangannya secara menyeluruh. Sekarang sudah ada tim gugus yang dibentuk. Itu yang memberikan masukan-masukan,” jelas Supomo kemarin.

Siswa jenjang PAUD, TK, SD, SMP, PKBM, dan lembaga kursus pendidikan memang diminta untuk meliburkan siswa sejak Senin (16/3). Siswa sementara diminta untuk belajar di rumah masing-masing. Pihak sekolah juga memberikan tugas untuk siswa setiap hari.

Supomo menjelaskan, siswa secara khusus mendapatkan banyak pengalaman belajar selama sepekan di rumah. Para orang tua juga ikut membantu anak-anak untuk belajar. Khusus peserta didik di TK dan PAUD, ada penekanan untuk pendidikan karakter di dalam keluarga 

”Untuk lebih menyemangati dan mengapresiasi para siswa yang giat belajar di rumah, ada beberapa lomba. Mulai dari vlog hingga karya tulis pendek biar anak-anak tak jenuh,” imbuh Supomo.

Sementara itu, Koordinator Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Surabaya Erwin Darmogo menjelaskan bahwa melihat kondisi Surabaya yang masuk zona merah, libur siswa dilanjutkan. Hal tersebut ditujukan untuk mencegah penularan virus korona.

”Untuk isolasi mandiri saja kan 14 hari. Kemarin ini sudah sepekan. Jadi, menurut saya pribadi, memang lebih baik ditambah liburnya,” jelas Erwin.

Sejauh pantauan dia, siswa belajar di rumah dengan memanfaatkan teknologi. Siswa juga menyatakan senang bisa belajar di rumah. ”Belajar online pakai Microsoft 365. Tetap belajar di rumah saja. Sesuatu yang baru bagi siswa,” ujar Kepala SMP YBPK 1 Surabaya itu.

Senada dengan Erwin, anggota DPRD Surabaya Fatkur Rohman menyebutkan bahwa sebaiknya libur siswa dilanjutkan. Meski bukan kelompok usia yang rentan terpapar virus korona, mereka juga bisa menjadi pembawa virus.

”Walaupun mereka tidak rawan tertular, mereka bisa menjadi carrier (pembawa virus) bagi orang-orang dewasa sekitarnya yang sedang lemah imunitasnya,” ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/c6/ady

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads