alexametrics

APD Terus Menipis, Warga Surabaya Gotong Royong Bantu Tenaga Medis

Pemkot Buka Situs Lawan Covid-19
21 Maret 2020, 13:48:21 WIB

JawaPos.com – Keterbatasan tenaga medis dan alat pelindung diri (APD) di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dalam penanganan virus korona (Covid-19) membuat lapisan masyarakat tergerak untuk memberikan bantuan. Tidak terkecuali para akademisi dan alumni Unair. Misalnya, yang dilakukan para dosen fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP) kemarin (20/3).

Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Departemen Komunikasi FISIP Unair Dr Liestianingsih kepada Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUA Dr dr Hamzah SpAn KNA. Bantuan tersebut berupa masker, vitamin, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan.

Liestianingsih mengatakan, tenaga medis merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Jadi, keamanan dan keselamatan mereka sangat utama. Karena itu, para dosen berinisiatif membantu paramedis RSUA yang berjuang membantu menangani Covid-19.

Terlebih, warga yang kian banyak berkunjung ke Poli Khusus RSUA membuat alat pelindung diri (APD) semakin menipis. ’’Kami ingin melibatkan masyarakat untuk saling membantu para pekerja medis. Hal sekecil apa pun sangat membantu,’’ tuturnya.

Hamzah mengatakan, bantuan APD, baik internal maupun eksternal Unair, hingga kini terus berdatangan. Dia mengakui, dalam kondisi bencana memang selalu kekurangan APD. Terlebih, pasien yang ditangani juga terus meningkat. ’’Semua industri sudah berupaya menggenjot produksi. Tetapi, permintaan memang banyak,’’ paparnya.

Hamzah menuturkan, saat ini RSUA juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Dinkes Jatim, dan BPBD terkait ketersediaan peralatan medis serta APD untuk penanganan Covid-19 di RSUA.

’’Semua pemerintah sangat konsentrasi membantu kami. Hingga kini masih terpenuhi. Termasuk baju astronot masih ada 100 set. Kurang lebih cukup seminggu,’’ paparnya.

Hingga kini belum ditemukan obat-obatan untuk menangani pasien Covid-19. Hamzah menambahkan, beberapa obat yang digunakan untuk pasien Covid-19 adalah obat-obatan antivirus,’’ katanya.

Selain itu, Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Kedokteran (FK) Unair dr Poedjo Hartono SpOg mengatakan, situasi saat ini menggugah alumni untuk ikut membantu menangani Covid-19. Saat ini pihaknya juga mendata relawan-relawan dari alumnus FK Unair.

’’Saat ini kami sudah rapat dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mendata relawannya. Jadi, ketika dibutuhkan, relawan sudah siap membantu,’’ katanya.

Relawan tersebut, lanjut dia, membantu kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitasi. Saat ini kondisi Surabaya memang belum begitu parah. Namun, ketika kondisinya semakin parah, paramedis yang kini bertugas tentu bisa lelah dan drop. Jadi, harus ada pengganti. ’’Hal itu harus kami pikirkan. Kami punya pasukan dari alumni,’’ jelasnya.

Untuk pendistribusian relawan, lanjut dia, IKA FK Unair akan tetap berkoordinasi dengan Dinkes Jatim, Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), dan rumah sakit rujukan. ’’Jadi, kami tidak jalan sendiri,’’ paparnya.

Saat ini IKA FK Unair mendorong pemerintah agar bisa membuka mapping persebaran Covid-19 di Surabaya. Dengan begitu, para relawan bisa ikut berperan dalam kegiatan promotif, kuratif, dan rehabilitasi. Terlebih, sebentar lagi ada skrining aktif dan rapid test. Kegiatan tersebut tentu butuh banyak tenaga medis.

’’Seharusnya tidak perlu ditutupi. Setidaknya cukup daerahnya mana saja. Bukan nama dan alamat jelas,’’ katanya.

Selain itu, pemberian rehabilitasi dibutuhkan bagi pasien Covid-19. Sebab, pasien Covid-19 pasti merasakan tekanan sosial. Rehabilitasi bertujuan agar tidak ada stigma dan diskriminasi. ’’Kami juga harus membantu sosialisasi ke masyarakat agar tidak terjadi diskriminasi atau stigma pada pasien yang sudah sembuh dari Covid-19. Jangan seperti HIV atau penyakit lain,’’ paparnya.

Direktur RSUA Prof Nasronudin SpPD-KPTI FINASIM mengatakan, kebutuhan prioritas saat ini adalah masker N-95, masker bedah dan gown cover all. Seluruh kebutuhan APD yang dimiliki saat ini hanya cukup hingga Senin (23/3). “Selain sibuk melayani pasien, ternyata kami juga disibukkan mencari APD karena barang yang ada hanya cukup sampai Senin,” katanya.

Pemkot Gencarkan Akses Situs Lawan Covid-19

WARGA Surabaya diminta mengakses situs lawancovid-19.surabaya.go.id. Situs tersebut dijadikan Pemkot Surabaya untuk memastikan kondisi warganya terkait pencegahan virus korona. Bukan hanya self assessment atau penilaian pribadi, melainkan akan ada tindak lanjut atas kondisi pasien. Petugas kesehatan dari puskesmas terdekat akan mendatangi warga tersebut.

Berdasar data dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya hingga pukul 14.40, sudah ada 871 pengguna yang mengakses situs tersebut. Dari jumlah itu, paling banyak diindikasi menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yakni 450 orang. Pengguna yang dinyatakan sehat berjumlah 259 orang. Yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) tercatat 137 orang. Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 25 orang.

Kepala Diskominfo M. Fikser menjelaskan, orang yang masuk kategori ODP dan PDP akan didatangi petugas puskesmas. Yang masuk kategori sehat diminta tetap jaga kesehatan, menghindari kerumunan, dan rajin cuci tangan. Yang masuk kategori ISPA diminta ke puskesmas.

’’Tidak hanya deteksi dini. Tapi, ada tindak lanjutnya. Petugas akan mendatangi warga kategori PDP dan risiko tinggi,’’ jelas Fikser kemarin (20/3).

Aplikasi tersebut memang baru bisa diakses kemarin. Aplikasi itu memang dikhususkan untuk warga Surabaya. Sebelum bisa melakukan self assessment, pengguna diminta mengisi data dengan benar, terutama alamat pengguna. Sebab, data tersebut akan dijadikan pijakan petugas untuk mendatangi rumah warga yang perlu didatangi. ’’Kami memastikan data pengguna dirahasiakan,’’ tegas Fikser.

Mantan Kabaghumas Pemkot Surabaya itu mengungkapkan, dengan pendampingan sejak awal atau dari rumah, pemkot bisa menjamin biaya kesehatan orang tersebut. Terutama bagi ODP yang butuh biaya perawatan atau pemeriksaan lebih lanjut. Dengan cara itu, tidak ada lagi perdebatan soal biaya gratis dan tidak gratis dari pemkot yang menjadi polemik dalam beberapa hari terakhir. Yang jelas, ODP yang diberi bantuan kesehatan sudah mencapai 48 orang. Sementara itu, biaya pengobatan PDP menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Aplikasi itu juga memungkinkan masyarakat untuk ikut menjadi pemantau di kampung masing-masing. Terutama saat menemukan warga yang batuk, demam tinggi, dan sesak napas. Mereka bisa mengisi self assessment tersebut. ’’Atau bila memang sangat mendesak dan perlu segera bisa hubungi 112. Itu 24 jam nonstop,’’ tambahnya.

Deteksi dini dan pemantauan warga Surabaya itu sebelumnya memang dilakukan. Yakni, saat pemkot mendapatkan data health alert card (HAC) atau yang biasa disebut kartu kuning. Kartu tersebut diberikan petugas kantor kesehatan pelabuhan (KKP) di pintu masuk bandara dan pelabuhan. HAC diberikan kepada warga yang baru pulang dari negara yang terindikasi persebaran virus korona.

Dari Januari sampai 7 Maret, ada 1.527 orang yang dipantau pemkot dengan dasar HAC. Pada saat itu masih ada 728 orang yang dipantau dalam kurun 14 hari. Tiap hari petugas mendatangi rumah mereka untuk memeriksa kondisi suhu tubuh hingga tekanan darah.

Di sisi lain, pemkot masih terus melanjutkan pemberian wedang pokak dan telur rebus. Pembuatan dilangsungkan di dapur umum depan balai kota. Penyemprotan disinfektan di hampir seluruh wilayah Surabaya pun dilanjutkan. Truk pemadam kebakaran dikerahkan. Ada pengadaan 300 alat semprot baru yang disebar ke 31 kecamatan.

Kabaghumas Surabaya Febriadhitya Prajatara menyebutkan, alat-alat tersebut akan digunakan untuk mempercepat penyemprotan di lingkungan kelurahan dan kecamatan. Petugas yang ikut bergerak juga lebih banyak. ’’Biar penanganannya lebih cepat,’’ jelas Febri kemarin.

Dia menyebutkan, Wali Kota Tri Rismaharini juga terus berkeliling untuk memantau kondisi kota. Terutama memberikan sosialisasi kepada warga agar jaga kesehatan, jaga jarak, dan jaga kebersihan diri. ’’Warga diharapkan semakin peduli dan mari bergotong royong mencegah persebaran virus korona ini,’’ tambahnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ayu/jun/c15/ady

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads