alexametrics

Kader Kesehatan di Surabaya Mengeluh Insentif Belum Cair

21 Februari 2022, 13:48:46 WIB

JawaPos.com – Reses (jaring aspirasi masyarakat) berlangsung hingga Minggu (20/2) dan berakhir hari ini (21/2). Para legislator turun ke masyarakat untuk mendengarkan keluhan hingga masukan.

Misalnya, yang dilakukan Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono. Dia menjaring aspirasi di kalangan ibu kader kesehatan dan sejumlah bunda PAUD di Kelurahan Dukuh Sutorejo dan Kalijudan, Mulyorejo. Beberapa curhatan dari peserta reses bermunculan dalam pertemuan yang berlangsung gayeng tersebut. Misalnya, mengenai bantuan komputer bagi para bunda PAUD.

Pria yang juga menjabat ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu menjelaskan, berdasar anggaran 2022, DPRD dan Wali Kota Eri Cahyadi telah menyepakati memberikan perangkat komputer bagi PAUD yang teregister di dinas pendidikan (dispendik).

”Bantuan komputer diberikan untuk memudahkan kerja dan metode pengajaran bagi para bunda PAUD terhadap anak-anak prasekolah,” kata Adi.

Dalam kesempatan tersebut, Adi juga meminta para kader kesehatan tidak mengkhawatirkan belum cairnya insentif. Dia memastikan insentif kader tidak akan hilang. Semua insentif bakal dibayar utuh 12 bulan.

Bila ditemukan warga yang membutuhkan bantuan terkait dengan kesehatan, lanjut Adi, kader atau warga bisa memberi informasi. Dia menyatakan, saat ini pemkot gencar menekan angka bayi stunting di Surabaya. Termasuk pemberian kursi roda bagi warga yang sakit dan membutuhkan.

”Serta program pemberian permakanan setiap hari bagi penyandang disabilitas, anak-anak yatim piatu, dan warga lansia yang tidak mampu,” terangnya.

Aduan-aduan dari reses tidak melulu menyangkut kesejahteraan masyarakat. Reses Ketua Komisi B Lutfiyah, misalnya. Dia menerima aduan dari warga terkait dengan dugaan bangunan cagar budaya yang mangkrak. Lokasinya di kawasan Jalan Dharmahusada. Politikus Gerindra itu mendorong raperda cagar budaya segera dikerjakan.

”Karena sebetulnya potensi cagar budaya di Kota Pahlawan itu luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C Aning Rahmawati menjelaskan, di reses kelimanya, aduan dari warga terkait dengan optimalisasi fasilitas di permukiman RW 11, Pandugo Sari XI. Ada fasilitas lapangan dan masjid. Sebetulnya seluruh prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) sudah diserahkan kepada pemkot.

”Namun, pembangunan fasilitasnya di lahan efektif milik developer. Kami akan berkoordinasi lebih lanjut,” tuturnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sam/c14/git

Saksikan video menarik berikut ini: