alexametrics

Jadi Kurir Narkoba, Suami Dituntut 17 Tahun, Istri 16 Tahun Penjara

21 Februari 2020, 13:01:03 WIB

JawaPos.com – Fathur Rohman dan Husnul Hotimah yang menjadi kurir sabu-sabu (SS) seberat 1,4 kilogram merengek. Pasangan suami istri itu berusaha meminta ampunan hakim setelah dituntut tinggi oleh jaksa. Fathur dituntut hukuman 17 tahun penjara. Sedangkan tuntutan untuk Husnul 16 tahun penjara.

Tuntutan itu dibacakan oleh jaksa Farida Hariani dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin (20/2). Menurut jaksa, pasutri tersebut terbukti sebagai kurir 1,4 kg SS.

Mendengar tuntutan itu, Husnul sesenggukan. Dia juga memegang perut. ”Kamu kenapa? Sakit?” tanya Khusaini, ketua majelis hakim. Menurut hakim, jika terdakwa sakit, sidang ditunda.

Namun, Husnul memilih untuk tetap melanjutkan sidang meskipun harus menahan sakit sembari sesenggukan. Hakim pun melanjutkan sidang dengan pembelaan. Kesempatan itu Husnul manfaatkan untuk meminta ampunan. Dengan memelas, dia mengaku tak tahu apa-apa dan hanya disuruh ikut. Karena tidak tahu apa-apa itulah, dia membawa anaknya yang masih kecil. ”Saya mohon ampunan, Pak,” ucapnya.

Bukan hanya Husnul yang memelas. Fathur juga mengaku menyesal karena mau saja mengikuti perkataan Buadi, temannya. ”Saya dapat iming-iming Rp 10 juta. Uang segitu saya pikir cukup besar, Pak. Untuk biaya hidup sama istri dan anak saya,” tuturnya.

Sementara itu, Muhamad Dawam, pengacara kedua terdakwa, mengatakan bahwa kliennya memang menyesali perbuatan tersebut. Terlebih lagi Husnul. Istri Fathur itu punya anak kecil. Kebetulan, saat penangkapan, Husnul berada dalam satu mobil. ”Dia sama anaknya lho, Mas. Masak tahu kalau suaminya bawa narkoba,” terang dia.

Karena itu, dia berharap hakim bisa mengurangi masa hukuman Husnul. Sementara itu, untuk Fathur, Dawam mengatakan bahwa kliennya tersebut tak bisa membaca. Kondisi itu dimanfaatkan oleh jejaring bandar untuk mengiming-imingi Facthur uang Rp 10 juta. ”Kami mohon hakim untuk mengurangi masa tahanan klien kami. Kami memohon itu aja,” terangnya.

Sebagaimana diberitakan, keduanya ditangkap anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi Jatim pada Agustus 2019. Pasutri itu dibekuk saat membawa SS, setelah disuruh seorang bandar. Keduanya ditangkap di depan KFC Diponegoro

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : den/c11/eko



Close Ads