alexametrics

Fikser-Ira Tanggapi Tudingan Dewan, Soal Antar Eri Cahyadi ke Bawaslu

21 Februari 2020, 17:48:35 WIB

JawaPos.com – Tensi politik di Surabaya makin panas. Apa-apa bisa dipermasalahkan. Itu terjadi setelah Komisi A DPRD Jatim menganggap dua pejabat yang mengantarkan Eri Cahyadi ke Bawaslu pada 17 Februari lalu, yakni Kadiskominfo M. Fikser dan Kabag Hukum Ira Tursilowati, menyalahi aturan.

Tentu saja, keduanya membantah tudingan tersebut. Tensi diperkirakan tetap memanas karena koalisi parpol pendukung Machfud Arifin boleh dibilang menjadi mayoritas di DPRD Surabaya.

Komisi A menghadirkan inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah Surabaya pada Rabu sore (19/2). Mereka diminta melakukan investigasi terkait hadirnya Ira dan Fikser. Selain itu, komisi A meminta inspektorat menelusuri adanya kader pemantau jentik yang ikut serta dalam agenda tersebut. ’’Pemanggilan Eri Cahyadi oleh Bawaslu adalah persoalan pribadi. Ini bukan atas nama lembaga ataupun instansi,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Camelia Habibah saat rapat.

Atas alasan itulah, kehadiran dua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) pemkot tersebut dipertanyakan. Sebagai aparatur sipil negara (ASN), Eri harus netral dalam menghadapi pemilu. Jika berniat maju, dia harus mengundurkan diri dari jabatannya.

Kepala Diskominfo M. Fikser menanggapi santai tudingan itu. Dia justru mempertanyakan mengapa hal sepele tersebut dipermasalahkan hingga dibahas dalam rapat komisi. ”Saya ikut politik praktis dari mananya? Kecuali kalau saya ikut kampanye salah satu calon,” kata mantan Kabaghumas tersebut.

Dia menerangkan bahwa saat itu dirinya datang untuk berjaga-jaga apabila Bawaslu menanyakan keberadaan spanduk dan baliho. Diskominfo biasanya memang mencetak baliho-baliho informatif dari pemkot. ”Sekarang sudah enggak ada anggaran itu. Jadi, saya ingin memberikan keterangan bahwa yang memasang baliho dan pamflet itu bukan pemkot,” kata pria asal Serui, Papua, tersebut.

Namun, dalam pertemuan itu, yang dimintai keterangan hanya Eri. Fikser menunggu di luar ruangan. Dia menambahkan, dirinya dan Ira datang bersama karena kebetulan siang itu baru saja rapat dan makan siang.

Kabag Hukum Ira Tursilowati menerangkan, kehadirannya seharusnya tidak perlu dipermasalahkan. Sebab, saat itu Bawaslu juga tidak mempermasalahkannya. ”Kehadiranku sudah ditanyakan ke Bawaslu, apakah boleh didampingi? Katanya tidak masalah,” ujarnya

Imbas Memanasnya Rivalitas Politik

– Koalisi parpol pengusung Machfud Arifin menjadi mayoritas di DPRD Surabaya.

– Sebagai pemenang pemilu, PDIP menjadi eksekutif di Surabaya.

– Dua nama yang dijagokan mendapat rekomendasi dari PDIP adalah pejabat pemkot. Yakni, Wawali Whisnu Sakti Buana dan Kepala Bappeko Eri Cahyadi.

– Konstelasi ini tentu saja berakibat makin dinamisnya hubungan eksekutif-legislatif Surabaya.

Yang Terbaru:

– Komisi A menyoroti kehadiran Kadiskominfo dan Kabag Hukum saat pemanggilan Eri pada 17 Februari lalu.

– Secara implisit, kalangan dewan sering meminta segenap ASN tidak berkampanye dengan fasilitas negara.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sal/c7/ano



Close Ads