alexametrics

Waspada, Pasien Positif Covid-19 di Surabaya Naik Lagi

Muncul 23 Kasus Aktif, 4 Varian Omicron
21 Januari 2022, 12:48:55 WIB

JawaPos.com – Alarm waspada kembali menyala seiring dengan naiknya kasus baru Covid-19. Saat ini terdapat 23 kasus aktif di Surabaya. Para pasien mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit dan sebagian lagi menjalani isolasi mandiri diri di Hotel Asrama Haji (HAH).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa peningkatan kasus itu menjadi warning bagi pemkot dan masyarakat. Dia meminta protokol kesehatan semakin diketatkan. ’’Kuncinya tetap patuhi protokol kesehatan,’’ kata Eri di balai kota Kamis (20/1).

Kembali merebaknya kasus baru membuat pemkot mengambil sejumlah kebijakan. Salah satunya, mengaktifkan lagi Satgas Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. Pengetatan dilakukan di level RT/RW. ’’Pengetatan dari bawah di RT/RW. Kalau tingkat kota terlalu luas,’’ papar Eri.

Satgas kampung tangguh harus kembali aktif. Pihaknya meminta warga yang baru pulang dari luar kota dites Covid-19. Mereka wajib dites PCR. Langkah antisipasi itu dilakukan karena dalam dua kasus varian Omicron, penularan berasal dari warga yang baru pulang dari luar kota. Yaitu, Bali dan Jakarta. Sejauh ini ada empat pasien varian Omicron yang masih dalam proses penyembuhan. ’’Siapa pun yang dari luar kota harus mau dites PCR. Ayo, kampungnya dikuatkan lagi,’’ imbuhnya.

Selain itu, dinas kesehatan (dinkes) melalui puskesmas mulai turun ke perkampungan untuk melacak kasus aktif. Tracing dilakukan dengan tes Covid-19 secara acak.

Menurut Eri, banyak pemicu terjadinya peningkatan kasus. Selain perjalanan luar kota, kasus naik dipicu tingginya tingkat mobilitas. Termasuk dibukanya perjalanan internasional di Bandara Juanda. Apalagi, Surabaya juga menjadi lokasi pusat karantina pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari luar negeri. ’’Mohon maaf ketika masuk PMI, naiknya nggak keruan,’’ imbuhnya.

Kadinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina meminta jajarannya siap siaga. Mulai fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) hingga seluruh tenaga kesehatan (nakes). Pihaknya pun terus stand by menghadapi kemungkinan peningkatan kasus yang signifikan. ’’Pak Wali Kota sudah instruksi kita harus siaga dalam melakukan antisipasi,’’ kata Nanik.

Saat ini semua fasyankes sudah disiapkan dengan berbagai fasilitas. Semua akan dioptimalkan. Termasuk Hotel Asrama Haji (HAH), Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT), maupun Rumah Sakit Lapangan Gelora Bung Tomo (GBT). ’’Masih di-stand by-kan untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 yang membutuhkan rawat inap di rumah sakit,’’ terang Nanik.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/sam/c7/git

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads