Teka-teki Kematian Putra, Polres Gresik Tunggu Kabar Polda Jatim

21 Januari 2022, 06:02:46 WIB

JawaPos.com- Sudah empat bulan berjalan polisi mengusut kematian Saputra Ferdiansyah alias Putra (SF). Namun, selama itu pula penyebab meninggalnya bocah 16 tahun asal Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik, itu masih menyimpan teka-teki besar. Apakah karena murni kecelakaan atau pembunuhan.

Kabar terkini, Satreskrim Polres Gresik mengaku telah melengkapi berkas penyidikan. Namun, masih menunggu kabar dari Polda Jatim. “Berkas penyidikan dari Unit Laka Polres Gresik juga sudah selesai. Sehingga kami menunggu informasi lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro, Kamis (20/1).

Sebelumnya, kematian SF dikabarkan karena kecelakaan tunggal. Pada 12 September 2021, dini hari korban ditemukan tergeletak di Jalan Raya Tenaru, Driyorejo. Namun, pihak keluarga menyebut ada sejumlah kejanggalan. Di antaranya, motor yang dikendarai SF bersama temannya tidak berada di tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, luka-luka pada tubuh SF bukan seperti kecelakaan biasa.

Lantaran terjadi kontroversi itu, akhirnya kepolisian melakukan penyelidikan lanjutan. Termasuk membongkar makam SF untuk dilakukan otopsi pada November 2021. Lalu, Desember, Polda Jatim dan jajaran terkati melakukan gelar perkara kasus yang terbilang mendapat perhatian luas tersebut.

Menurut Wahyu, pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih lanjut pasca gelar perkara di Polda Jatim. Sebab, data tersebut akan dipadukan ketika melakukan gelar perkara lanjutan.

“Pada saat itulah baru bisa diambil kesimpulan. Termasuk menentukan proses hukum selanjutnya. Mohon doanya semoga berjalan lancar,” ujar alumnus Akpol 2015 itu.

Setelah gelar perkara pertama di Polda Jatim lalu, kuasa hukum keluarga korban mengungkapkan, hasil visum dari tim tim Labfor Polda Jatim menyebut  menyampaikan bahwa memang terdapat luka akibat benturan benda tumpul. Meski demikian, hal tersebut belum menjadi keputusan final. Apakah berasal dari tindak kekerasan atau akibat dari benturan lainnya.

Sementara itu, pihak keluarga SF mengaku hanya bisa pasrah. Selama ini, berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari dan mendapatkan keadilan. “Selalu terbayang wajahnya hampir setiap malam. Kadang juga datang lewat mimpi, seolah memanggil meminta pertolongan,” kata Sujiadi, orang tua SF.

Bapak berusia 54 tahun itu masih percaya dan memiliki harapan besar kepada aparat kepolisian. “Semoga segera ada titik terang. Saya yakin betul bahwa peristiwa tersebut bukan kecelakaan biasa,” ungkap Sujiadi, yang pernah menjadi seorang guru tersebut.

Meski demikian, Sujiadi harus tetap bersabar sembari menunggu kabar lanjutan dari pihak berwajib. Demikian juga Sumartin, istrinya. Bahkan, setiap saat istrinya selalu termenung sambil memandang foto anaknya. Makan terasa tak enak, tidur pun belum bisa tenang.

“Hanya bisa berdoa yang terbaik. Semoga diberikan jalan kemudahan oleh Gusti Allah,” tandasnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : yog

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads