alexametrics

Pasien Covid-19 di Jatim Melonjak, Kontrol Kesiapan Layanan Kesehatan

21 Januari 2022, 15:48:27 WIB

JawaPos.com – Situasi pandemi Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) terus menunjukkan tren naik. Sepekan terakhir, jumlah pasien baru terus bertambah. Bukan hanya itu, klaster baru juga bermunculan di sejumlah daerah.

Kondisi itu membuat jajaran Pemprov dan Satgas Penanganan Covid-19 Jatim mengadakan rapat koordinasi untuk membahas kondisi pandemi terkini. Sejumlah skenario dijajaki untuk mengantisipasi lonjakan makin tinggi.

Berdasar data Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, Kamis (20/1) ditemukan 89 kasus baru. Pertambahan itu terjadi di sejumlah daerah. Terbanyak di Kota Malang dan Surabaya. Daerah lainnya yang juga mengalami pertambahan kasus adalah Kabupaten Malang, Lumajang, Sidoarjo, Banyuwangi, Magetan, Gresik, Ngawi, dan Madiun.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril menjelaskan, sejauh ini kenaikan kasus di Jatim dipicu dampak libur Natal dan tahun baru. ”Belum ada kesimpulan pasti dipengaruhi varian Omicron atau tidak. Kami masih terus melakukan evaluasi,” katanya kemarin.

Dia belum bisa menjelaskan detail langkah satgas penanganan Covid-19 dan pemprov menyikapi situasi tersebut. Sebab, pembahasan masih berlangsung. Namun, sejumlah antisipasi mulai dilakukan satgas penanganan Covid-19. ”Salah satunya, mengontrol kesiapan bed di seluruh rumah sakit (RS) dan layanan kesehatan,” ujarnya.

Dokter Jibril juga belum tahu pemerintah bakal menerapkan PPKM atau tidak. Saat ini pemerintah pusat mengimbau pemberlakuan work from home. Dia tidak bisa memastikan kebijakan itu juga akan diterapkan di Jatim atau tidak.

Sementara itu, kemarin malam Gubernur Khofifah Indar Parawansa masih mengikuti rapat koordinasi dengan berbagai jajaran. Yang dibahas adalah pola antisipasi lonjakan kasus dan menyebarnya varian Omicron di Jatim. Hingga berita ini selesai ditulis, rapat itu masih berlangsung.

Selain bertambahnya kasus baru, sejumlah klaster persebaran Covid-19 juga bermunculan di sejumlah daerah. Salah satunya adalah klaster sebuah bank di Kota Madiun. Tercatat, sudah ada 16 karyawan di kantor tersebut yang terpapar virus korona. Temuan itu berasal dari hasil tracing 149 karyawan. ”Dari kontak eratnya dia dengan siapa saja, akan kami kejar. Akan kita ketahui. Pola ini yang kami lakukan,” jelas Wali Kota Madiun Maidi.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : riq/kid/sat/c14/ris

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads