alexametrics

Setahun, 7.072 Warga Kenjeran Bercerai

Mayoritas Penggugat Adalah Perempuan
21 Januari 2021, 15:48:35 WIB

JawaPos.com – Angka perceraian terbilang tinggi di beberapa kecamatan di Surabaya Utara. Di wilayah Kecamatan Kenjeran, misalnya, ada 7.072 kasus perceraian selama setahun. Jika dirata-rata, setiap hari sekitar 19 orang mengajukan perceraian. Angka tersebut adalah akumulasi sepanjang 2020 dari empat kelurahan.

Misalnya, yang tercatat di dalam situs milik Dispendukcapil Kota Surabaya. Mayoritas yang menggugat cerai adalah perempuan. Angkanya mencapai 5.520 kasus atau sekitar 75 persen dari keseluruhan kasus. Sisanya diajukan laki-laki. ”Iya, itu data sepanjang 2020 dan kumulatif ya dari empat kelurahan,” kata Camat Kenjeran Henni Indriaty.

Kasus perceraian di kecamatan sekitarnya juga lumayan tinggi. Di Bubutan, misalnya, total angka perceraian mencapai 6.109 kasus. Lalu, di Kecamatan Krembangan tercatat 5.846 kasus perceraian. Henni menyebut angka perceraian di Kenjeran sebelum pandemi Covid-19 juga relatif tinggi. Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti besaran angka sebelum pandemi.

Menurut Henni, ada beberapa faktor yang dapat mendorong terjadinya perceraian. Misalnya, menikah pada usia muda, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), atau belum dikaruniai keturunan. ”Persoalan ekonomi juga bisa. Bahkan, persoalan orang ketiga. Hal itu yang perlu didalami,” jelasnya.

Laporan perceraian biasanya masuk ke kecamatan setelah warga menjalani proses di pengadilan. ”Selesai cerai, baru ajukan pecah KK ke kecamatan. Tahunya di situ,” ujarnya.

Baca Juga: Peminat Vaksinasi Covid-19 di Jawa Timur Masih Rendah

Namun, jika dibandingkan dengan angka pengajuan nikah, angka perceraian yang tinggi tersebut terlihat tidak seberapa. Berdasar data yang disajikan website Dispendukcapil Surabaya, pengajuan nikah selama 2020 didominasi pihak perempuan. Terdapat 42.532 pengajuan. Berbeda dengan laki-laki, yaitu 41.572 pengajuan. Henni menyebut angka itu lumayan turun jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Terkait dengan fenomena tingginya angka perceraian tersebut, pihaknya akan melibatkan unsur Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang secara organisasi ada hingga tingkatan pengurus rukun tetangga (RT). Mereka diminta membantu memetakan masalah dan mencari solusi.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c14/any




Close Ads