alexametrics

Divonis Kebiri Kimia, Mantan Guru: Saya Pasrah dan Terima Saja

20 November 2019, 21:02:40 WIB

JawaPos.com – Rahmat Slamet Santoso menyambut wartawan Jawa Pos Lugas Wicaksono dengan ramah saat dikunjungi di Rutan Kelas I-A Surabaya di Medaeng kemarin (19/11). Sehari sebelumnya, hakim memvonisnya pidana 12 tahun penjara dan kebiri kimia selama 3 tahun. Mantan guru yang akrab disapa Memet itu akhirnya bercerita setelah bungkam. Namun, tak banyak yang bisa dikatakan karena dia diminta tidak banyak bicara.

Bagaimana sikap Anda setelah divonis 12 tahun penjara dan kebiri kimia 3 tahun?

Saya pasrah saja. Saya terima kalau memang hukumannya seperti itu. Mau bagaimana lagi.

Apakah Anda akan mengajukan banding terhadap vonis hakim?

Tidak tahu. Saya tidak punya pengacara. Mau pakai pengacara juga sudah terlambat.

Kenapa Anda tidak pakai pengacara sejak awal sidang?

Saya tidak tahu. Saat awal sidang, hakim bilang saya yang katanya tidak mau pakai pengacara. Saya tidak pernah tahu ada pengacara

Bagaimana dengan vonis hakim yang menyatakan Anda bersalah karena mencabuli 15 siswa SD dan SMP?

Tidak sepenuhnya benar. Ada yang benar, ada yang tidak.

Mana yang Anda maksud tidak benar?

Saya sodomi mereka, itu tidak benar. Orientasinya (seks) itu tidak benar sepenuhnya dari saya. Mereka punya orientasi juga.

Bagaimana bisa siswa Anda yang belum dewasa punya orientasi homoseksual?

Mereka (siswa) yang mengatur semua (hubungan seksual). Hanya karena mereka anak-anak, saya dewasa, kesalahan sepenuhnya dibebankan kepada saya.

Apa rencana Anda selama menjalani masa hukuman?

Saya belum tahu. Yang jelas, saya hanya bisa pasrah dan diam.

Apakah Anda merasa bersalah ketika dinyatakan jaksa dan hakim berbuat pidana mencabuli 15 siswa?

Bagaimanapun, saya mengaku salah. Mungkin ini akibat perbuatan saya yang harus dijalani.

Bagaimana respons keluarga saat mengetahui Anda divonis bersalah dan harus dihukum?

Keluarga baik-baik saja. Semua support. Tadi adik saya juga besuk.

Bagaimana awalnya Anda berbuat asusila terhadap siswa-siswa?

Mohon maaf. Saya tidak bisa jelaskan lebih detail karena sama jaksa tidak boleh banyak bicara. Yang jelas, saya cuma bisa pasrah menjalani masa hukuman dan diam. Semoga mendapat keringanan hukuman.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c18/tia



Close Ads