alexametrics

Imam Musthofa, Penyerang Mapolsek Wonokromo Dalami Ajaran JAD

20 Agustus 2019, 15:50:46 WIB

JawaPos.com – Jaringan Imam Musthofa terbongkar. Terduga teroris yang menyerang Aiptu Agus Sumarsono di Mapolsek Wonokromo pada Sabtu (17/8) itu merupakan simpatisan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Polisi masih menyelidiki sel-sel jaringannya di Jawa Tengah dan Surabaya.

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat menjenguk Agus di RS Bhayangkara kemarin (19/8). Tito didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan, dan jajaran pejabat utama Polda Jatim.

Dalam kunjungan tersebut, orang nomor satu di jajaran korps Bhayangkara itu memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada Agus. Dari aiptu menjadi inspektur dua (ipda) Kenaikan pangkat juga diberikan kepada Briptu Febian yang telah membantu melumpuhkan pelaku. ’’Mereka menjadi korban saat menjalankan tugas,’’ ujarnya.

Mantan kepala BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) itu menyebut pelaku belajar dari dua sumber. Pertama, ajaran radikal dari orang per orang. Kini orang yang memberikan pemahaman yang salah kepada Imam dicari. Kedua, pelaku belajar dari internet. Namun, Tito tidak mau memerinci cara pelaku belajar dari internet. ’’Itu masih diselidiki densus,’’ kata mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.

Terkait Fatimatuz Zahrah, istri Imam, dan ketiga anaknya, Tito menjamin kondisi mereka. Saat ini mereka sudah diurus tim. Sebab, diperlukan pendampingan khusus kepada keluarga para pelaku terorisme. ’’Ada tim khusus yang mendampingi,’’ katanya.

Terkait paham radikal yang diterima Imam, sumber Jawa Pos menyebut pria kelahiran Sumenep, 1988, itu ditengarai terpapar sejak 2016. Sebab, dia mulai aktif mendengarkan ceramah Aman Abdurrahman yang diunggah ke media sosial pada tahun itu. ’’Jadi, sangat mungkin dia terpapar paham radikal sebelum mengalami perubahan sikap dan perilaku, termasuk cara berbusana,’’ ucapnya.

Belum diketahui siapa orang yang mengenalkannya pada nama Aman Abdurrahman. Termasuk cara mengikuti atau mendengarkan ceramahnya yang ternyata banyak tersebar di media sosial. ’’Itu densus yang lidik (menyelidiki, Red),’’ tegasnya.

Sumber yang namanya tidak ingin disebutkan mengatakan bahwa Imam mengakses video ceramah Aman Abdurrahman di warung internet di daerah Ketintang dan Ngagel. Namun, polisi belum menemukan alamat pastinya. Sebab, di dua lokasi tersebut terdapat beberapa tempat yang menyediakan layanan internet.

Yang jelas, lanjut dia, dari hasil pemeriksaan, Imam rutin mengakses video tersebut. Bisa dua hingga tiga kali dalam sepekan. Namun, durasi untuk mendengarkan video itu masih didalami. Sebab, berapa lama dia mendengarkan ceramah di dalam video tersebut menentukan seberapa jauh doktrin radikal masuk ke pikirannya.

Jawa Pos berusaha menyarikan salah satu ceramah Aman Abdurrahman yang merupakan pendiri Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Ada beberapa poin yang ditekankan dalam setiap ceramahnya. Salah satunya tentang pemahaman orang kafir dan thogut.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adi/den/c15/git



Close Ads