alexametrics

Ahok: Tidak Ada Instruksi untuk Maju Pilwali Surabaya

20 Agustus 2019, 16:31:29 WIB

JawaPos.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan tidak akan maju ke pencalonan wali kota Surabaya 2020. Keputusan itu disampaikan setelah spanduk terkait dukungan pencalonannya muncul di beberapa kampung di Surabaya.

BTP –sapaan barunya– memberikan tanggapan tersebut setelah menghadiri seminar wawasan kebangsaan di Universitas Kristen (UK) Petra kemarin (19/8). BTP mengatakan, dirinya tidak mungkin menjadi calon wali kota Surabaya karena tidak ada perintah dari PDI Perjuangan. ”Saya bilang itu enggak mungkin saya ditugaskan jadi wali kota Surabaya. Kader-kader itu (Surabaya, Red) masih banyak yang baik-baik,” terangnya.

BTP mengungkapkan, dirinya kini ditugasi PDI Perjuangan untuk mengajar di sekolah politik. Dia mengajarkan penganggaran dan cara penggunaan hibah. Saat ini dia bertugas di Nusa Tenggara Timur (NTT) ”Jadi, tidak ada partai yang menugasi saya jadi wali kota Surabaya,” jelas mantan bupati Belitung Timur itu.

Perintah partai tersebut tidak hanya berlaku di Surabaya, tapi juga di semua daerah. Hingga kemarin, BTP belum diperintah untuk menjadi kandidat calon kepala daerah. Termasuk di NTT tempat dia kini mengajar sekolah politik.

Disinggung soal dukungan warga Surabaya agar dirinya maju sebagai calon wali kota, BTP menyatakan hanya patuh pada perintah partai. ”Saya sebagai kader partai tentu ikutin perintah partai,” tuturnya.

BTP juga menanggapi soal pertemuan dengan beberapa pengusaha di Surabaya tadi malam. Dia memastikan, pertemuan itu tidak membahas politik, tapi tentang usaha. Bagaimana cara pengusaha itu bisa berbagi dan berempati. Misalnya, mengarahkan CSR secara tepat sasaran.

”Ya, karena yang datang mampu. Ya ketemu Ahok bayar tiket deh,” tuturnya, lantas tertawa.

Sebelumnya, pria 53 tahun tersebut sempat masuk bursa pilwali Surabaya. Namanya disebut pemerhati politik dari Damai Center for Social Life, Belinda Ho. Nama BTP diusulkan bersama ulama muda Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans dan politikus PSI Dhimas Anugrah.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, hingga kini belum ada instruksi dari DPP soal bakal calon wali kota dari partai banteng. ”Belum ada instruksi. Belum menyebut sosok,” jelasnya.

Awi, sapaan akrabnya, menyebut kini DPC sibuk melakukan konsolidasi partai. Khususnya menyolidkan seluruh kader untuk persiapan pilwali tahun depan. (elo/c7/git)

Editor : Dhimas Ginanjar



Close Ads