alexametrics

Biasanya Padat, Jalur MERR Surabaya Kini Lebih Lengang

20 Juli 2021, 16:56:19 WIB

JawaPos.com – Kondisi lalu lintas di Jalan Dr Ir Soekarno (MERR) relatif lengang saat PPKM darurat berlangsung. Bahkan, pada beberapa waktu terjadi penurunan. Hal itu disebabkan sebagian besar masyarakat membatasi mobilitas dan banyak sektor pekerjaan yang meminta karyawannya bekerja dari rumah. Alhasil, volume kendaraan yang melintas tidak terlalu padat.

Dari pengamatan Jawa Pos Senin (19/7), lalu lintas saat pagi atau sore yang biasanya macet terlihat lebih lancar. Hanya penumpukan biasa saat lampu merah. Misalnya, yang terjadi di perempatan Kedung Baruk–Wonorejo. ’’Memang situasi lebih lengang. Bahkan menurun. Tak ada peningkatan volume kendaraan,” tutur Kanitturjawali Polrestabes Surabaya AKP Warih Hutomo.

Sebelumnya, dikhawatirkan terjadi penumpukan kendaraan di MERR, khususnya saat malam, karena adanya penerapan physical distancing di area Tunjungan, Darmo, dan Pemuda. MERR menjadi alternatif karena menghubungkan penjuru mata angin. ’’Saat malam juga tidak terjadi penumpukan karena kan ada pembatasan aktivitas hingga pukul 20.00,” tutur perwira dengan tiga balok di pundak tersebut.

Kondisi lalu lintas di MERR sama persis dengan penerapan PSBB tiga jilid tahun lalu. Kondisi jalan di MERR lengang. ’’Terjadi penurunan volume kendaraan hingga 40 persen. Petugas juga melakukan pengawasan di titik perbatasan untuk mencegah mobilitas dari luar daerah Surabaya,’’ lanjutnya.

Di bagian lain, sebagai salah satu akses menuju Surabaya Selatan dan Timur, Jalan Raya Prapen juga kerap digunakan sebagai alternatif oleh masyarakat. ’’Di sana juga menurun 20 persen. Khususnya saat malam, mulai pukul 20.00,’’ ucap Warih.

Jalan yang masuk kawasan Tenggilis Mejoyo itu memang tidak padat seperti biasa. Selain bertambahnya ruas jalan, di wilayah tersebut tidak ada lagi aktivitas anak sekolah. Semua sekolah diliburkan. ’’Saat jam aktif sekolah, pagi dan sore bisa macet parah. Tidak seperti sekarang yang sangat lengang. Hanya terlihat beberapa kendaraan yang lalu-lalang,’’ ujarnya.

Mengapa masih banyak orang di luar rumah? Warih menuturkan, beberapa bidang usaha masih mengharuskan orang bekerja di luar rumah. Misalnya, buruh pabrik, pedagang harian, dan driver online. ’’Mereka tak bisa work from home. Sama seperti kami juga,’’ katanya, lantas tertawa.

Warih berharap masyarakat bisa menaati aturan lalu lintas saat berkendara. Selain itu, penerapan PPKM darurat harus didukung semua pihak. ’’Jika tidak esensial keluar rumah, sebaiknya membatasi mobilitas bepergian,” ujarnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : jar/c7/ai

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads