Pasien Covid-19 di Surabaya Meningkat, Ada 90 Warga Dirawat

Protokol Kesehatan Warga Longgar
20 Juni 2022, 20:56:00 WIB

JawaPos.com–Sebanyak 90 orang warga Kota Surabaya dirawat akibat positif Covid-19. Angka itu diakui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya meningkat pesat dibandingkan beberapa bulan terakhir.

Kepala Dinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina menyatakan, sampai saat ini belum ada varian baru atau BA.4 dan BA.5 di Kota Surabaya. Kasus Covid-19 mulai meningkat pasca liburan Lebaran. Peningkatan berada di angka 20 hingga 30 kasus per hari.

”Sampai hari ini (20/6), Covid-19 aktif di Kota Surabaya 90 kasus. Rata-rata 30-an, naik turun. Tapi beberapa hari terakhir ada peningkatan. Mudah-mudahan tidak terlalu lama dan bisa turun kembali,” papar Nanik, Senin (20/6).

Dari 90 kasus tersebut, sebanyak 28 orang sedang dirawat di rumah sakit dan beberapa ada yang isolasi mandiri (isoman). Nanik memastikan akan memberikan perawatan terbaik bagi seluruh pasien. ”Gejala masih sama seperti yang lama kategori ringan,” tutur dia.

Faktor kenaikan kasus Covid-19 di Surabaya, lanjut Nanik, karena perjalanan warga dari luar negeri seperti di Jakarta yang saat ini meningkat tajam. Sehingga ada virus yang terbawa dari luar negeri.

”Jadi masyarakat juga sekarang sudah mulai longgar terhadap prokes, itu mungkin jadi penyebabnya, apalagi Surabaya masih di level 1, jadi jangan lupa tetap cuci tangan kemudian pakai masker,” jelas Nanik.

Nanik berjanji vaksin masih cukup tersedia. Sehingga, Dinkes mengimbau warga untuk segera booster dan menghubungi puskesmas.

”Kita siap di 63 puskesmas. Kita juga minggu kemarin buka di Galaxy Mall untuk masyarakat yang tidak sempat ke puskesmas, mungkin lagi ngemall mereka bisa mampir,” tutur Nanik.

Nanik menambahkan, total vaksin nonlansia saat ini sudah 100 persen lebih dari masyarakat yang siap vaksin. ”Jadi mereka yang sudah lebih dari 3 bulan dosis kedua itu sudah lebih dari 100 persen,” kata Nanik.

Sedangkan, vaksin untuk lansia masih 55,9 persen. Kemudian, cakupan booster sebanyak 42,2 persen dari angka 936.298.

”Persediaan vaksin kita cukup insya Allah. Ada di semua puskesmas. Berapapun masyarakat kita akan penuhi. Jadi sampai saat ini kita ada ketersediaan untuk dosis insya Allah cukup,” ucap Nanik.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini: