alexametrics

Ini Penyebab Layanan Parkir di Sidoarjo oleh Pihak Ketiga Belum Jalan

20 Juni 2022, 12:30:32 WIB

JawaPos.com- Perjanjian kerja sama (PKS) layanan parkir di Sidoarjo sudah ditandatangani pada 25 April. Pengelolaan oleh pihak ketiga tak bisa langsung berjalan karena ada masa transisi selama 30 hari kerja.

Nah, pada Sabtu (18/6) lalu, layanan perparkiran di Kota Delta seharusnya mulai dikelola PT ISS-KSO selaku pihak mitra. Namun, sampai kemarin (19/6) layanan perparkiran belum diambil alih.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo Benny Airlangga menegaskan, pengelolaan parkir oleh pihak ketiga di Sidoarjo seharusnya sudah dimulai. ”Per 18 Juni sudah kewenangan ISS,” katanya.

Menurut dia, persiapan sudah cukup. Dia menuturkan, jika kondisi di lapangan belum sesuai dengan yang disepakati dalam PKS, ada penyesuaian di kemudian hari. ”Yang penting berjalan dulu,” ujarnya.

Dia menuturkan, nanti bisa disusun adendum atau perubahan isi PKS. Misalnya, jika di lapangan jumlah titik parkir ternyata tidak sampai 359 titik parkir. ”Itu nanti disesuaikan, termasuk jika nanti ada penambahan titik parkir potensial, tapi belum masuk dalam 359 titik tersebut,” jelasnya.

Sebab, ternyata memang ada titik parkir potensial yang selama ini dikelola dishub, tetapi tidak masuk dalam 359 titik tersebut. Misalnya, lokasi parkir di Pasar Taman, Pasar Porong, dan Pasar Gedangan. Padahal, potensinya besar.

Benny mengklaim kewajiban pihaknya dalam PKS sudah dipenuhi. ”Sosialisasi ke tenaga juru parkir juga sudah. Kami sampaikan bahwa 18 Juni sudah dikelola mitra,” ungkapnya. t

Sementara itu, Direktur Operasional PT ISS-KSO Dian Sutjipto menyampaikan bahwa layanan parkir belum bisa berjalan. Ada yang belum dipenuhi Dishub Sidoarjo sesuai dengan yang tertuang dalam PKS.

Pertama, terkait dengan titik parkir. Ternyata di lapangan jumlah titik parkir tidak sampai 359 titik. Ada sejumlah titik yang masih dikuasai pihak lain. Bahkan, ada lahan milik pengembang dan tanah kas desa (TKD).

”Beberapa titik potensial juga tidak masuk dalam 359 titik itu. Misalnya, pasar. Bahkan, untuk lokasi puskesmas, hanya 15 di antara 27 lokasi puskesmas yang masuk,” jelasnya.

Kedua, terkait dengan juru parkir. Memang data jukir sudah diserahkan kepada PT ISS. Total, ada 180 jukir. Namun, saat dicek di lapangan, ternyata ada nama yang tidak sesuai. Apalagi, jumlah titik parkir mencapai 359 titik. Namun, jukirnya hanya 180 orang. ”Jadi, perlu pendataan faktual jukir,” tuturnya.

Dian menjelaskan, selama 30 hari masa transisi, pihaknya sudah menyelesaikan tanggung jawabnya. Rompi dan ID card jukir sudah disiapkan. Bahkan, karcis sudah tercetak. ”Kalau jalan sebelum ada adendum, artinya langkah kami malah tidak sesuai dengan PKS. Karena itu, kami tunggu jelas dulu. Mulai kejelasan lokasi titik parkir hingga jukir,” tegasnya.

Saat ini pihaknya masih menunggu konsolidasi lebih lanjut dari Dishub Sidoarjo. ”Nanti ditengahi Komisi B DPRD Sidoarjo. Dalam waktu dekat ada hearing,” terangnya.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : uzi/c14/any

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads