alexametrics

Kejari Gresik Pulbaket Kasus Pungutan Atribut Kades Rp 42,3 Juta

20 Mei 2022, 07:18:27 WIB

JawaPos.com- Kasus dugaan pungutan atribut dari sejumlah kepala desa (Kades) dengan total nominal Rp 42,3 juta, masih terus menggelinding. Terbaru, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik tengah mendalami kasus yang diduga dilakukan pejabat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Kasi Intel Kejari Gresik Deni Niswansyah menyatakan, pihaknya tidak tinggal diam dalam merespons polemik tentang dugaan pungutan atribut yang muncul. “Setelah kami mendapat informasi awal dari pemberitaan pada Kamis lalu (12/5), tim langsung bergerak untuk melakukan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan,” ujarnya.

Karena masih dalam proses pulbaket, lanjut Deni, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan apakah dalam kasus itu ada unsur perbuatan melawan hukum ataukah tidak. Yang jelas, Deni meminta kepada semua pihak untuk bersabar. “Bukan berarti kami tidak ada tindakan. Sabar dulu, semua kan butuh proses,” ucap dia.

Mantan Kasidatun Kejari Lombok Tengah, NTB, itu menambahkan, Kejari telah menerjunkan tim untuk menggali informasi lebih dalam seputar masalah tersebut. Bahkan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan memanggil pihak-pihak terkait untuk kebutuhan penyelidikan.

“Untuk saat ini, dimintai keterangan. Siapa saja, nanti setelah selesai mengumpulkan data dan kami bahas, kemudian kami simpulkan,” terangnya.

Sebelumnya, kasus ini mengemuka setelah DPRD Gresik mendapat aduan dari Kades. Saat pelantikan Kades pada April lalu, mereka ditarik DPMD sebesar Rp 900 ribu per orang. Dana itu antara lain untuk pembelian atribut hingga dokumentasi. Total ada sebanyak 47 Kades yang membayar dan terkumpul dana total sebesar Rp 42,3 juta.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : Ludry Prayoga

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads