alexametrics

RSUD dr Soetomo Siap Tampung Donor Sel Punca

20 Februari 2020, 18:18:34 WIB

JawaPos.com – Setiap orang memiliki stem cell atau sel punca untuk meregenerasi sel yang mati atau terluka. Disadari atau tidak, sel itu terus dikembangkan tenaga medis. Metodenya disebut kedokteran regeneratif.

Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi RSUD dr Soetomo Dr dr Heri Suroto SpOT (K) menjelaskan, stem cell masih terus diteliti dan dikembangkan pihak rumah sakit. Saat ini sel yang bisa ditanam bagi pasien masih terbatas ke masalah muskuloskeletal. Misalnya, tulang, sendi, tendon, dan saraf. ’’Kami masih kembangkan ke pembuluh darah,’’ ujarnya saat dijumpai di lantai 4 Gedung Bedah Diagnostik Terpadu (GPDT) RSUD dr Soetomo kemarin (19/2).

Menurut dia, masalah muskuloskeletal paling sering terjadi. Karena itu, stem cell umumnya ditanam ke pasien yang mengalami patah tulang, nyeri otot, dan gangguan saraf.

Heri menyebutkan, hingga saat ini ada 84 pendonor yang ingin mendonorkan sel punca. Tujuannya, membantu pasien yang membutuhkan. ’’Nah, untuk mengakomodasi semua itu, kami memiliki Pusat Biomaterial dan Bank Jaringan,’’ jelasnya.

Dia mengungkapkan, kondisi fisik manusia makin menurun seiring dengan bertambahnya usia. ’’Seperti saya ini, sudah jauh menurun. Beda dengan muda dulu,’’ ungkap pria kelahiran 17 Juni 1963 tersebut. Tentu saja ketahanan tubuh juga terpengaruh. ’’Kalau dari luar bisa dilihat dari kulit keriput, di dalam bisa jadi osteoporosis,’’ lanjutnya.

Karena itulah, tidak cukup pemberian sel atau jaringan tulang. Sel punca juga harus ditanam. ’’Fungsi sel ini seperti penguat. Pengukuh,’’ kata alumnus FK Unair tersebut.

Jika hanya ditanamkan jaringan biasa, sel mungkin tidak bertahan lama. Dia mencontohkan tendon yang robek. ’’Kalau penderitanya remaja, kan masih banyak selnya. Jadi, perbaikannya cepat. Kalau orang tua kan beda, sel dan jaringannya sudah jauh berkurang. Harus dibantu sel punca,’’ paparnya.

Meski begitu, tidak semua jaringan bisa dipasang begitu saja dengan sel punca. Dibutuhkan proses yang detail. Mulai pengambilan, pengiriman, penyimpanan, pengemasan, sampai penggunaan di kamar operasi. ’’Kesterilan harus dijaga penuh. Di RSUD dr Soetomo, ada ruangan khusus untuk semua pengolahannya,’’ tandasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jar/c14/dio



Close Ads