alexametrics

Pilwali Surabaya, Bawaslu Nyatakan Eri Tidak Melanggar

20 Februari 2020, 20:29:35 WIB

JawaPos.com – Hasil pemeriksaan terhadap Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi dibawa ke sidang pleno Bawaslu Surabaya kemarin pagi (19/2). Sesuai hasil sidang tersebut, tidak ditemukan dugaan pelanggaran terhadap Eri. Bawaslu pun tidak melanjutkan pemeriksaan terhadap Eri.

Ketua Bawaslu Surabaya M. Agil Akbar mengungkapkan, hasil pemeriksaan Eri diputuskan dalam rapat pleno dengan semua komisioner. Keputusan itu juga mempertimbangkan bahwa Eri hingga kini tidak mendaftar di partai politik di tingkat Kota Surabaya.

’’Semua partai politik sudah kami kirimi surat. Ada yang memberikan jawaban lisan. Ada juga yang berkirim surat. Intinya, saudara Eri tidak mendaftar di partai politik tingkat Kota Surabaya,’’ ungkap Agil saat ditemui di kantornya kemarin (19/2).

Bawaslu Surabaya juga mengirim surat kepada pengurus partai politik di tingkat provinsi. Surat tersebut dikirimkan melalui Bawaslu Jawa Timur. Hasilnya, Eri tidak terdaftar sebagai calon. ’’Untuk yang DPD (pengurus partai tingkat Provinsi Jawa Timur, Red),’’ tambahnya.

Memang, sejumlah partai politik seperti PDI Perjuangan membuka pendaftaran di tiga jenjang yang berbeda. Yakni, di tingkat kota, provinsi, dan pusat. Namun, ada pula partai seperti Partai Gerindra yang membuka pendaftaran di tingkat kota. Pendaftar yang mendaftar di tingkat provinsi diminta datang ke pengurus di kota atau kabupaten masing-masing.

Sementara itu, keterangan atas Eri diminta karena ada laporan dari hasil pengawasan dari Panwascam Sawahan. Laporan tersebut sebenarnya masih laporan awal hasil pengawasan. Sebab, ada deklarasi yang memunculkan nama Eri. Padahal, status Eri hingga kini masih sebagai aparatur sipil negara (ASN). Sebagai ASN, Eri tidak boleh terlibat dalam politik praktis.

Eri diperiksa pada Senin siang (17/2) terkait laporan dugaan pelanggaran tersebut. Eri datang dan menjelaskan bahwa dirinya tidak mendaftar di partai mana pun dan di tingkat mana pun. Kepada para pendukung di luar kantor Bawaslu Surabaya, Eri mengatakan bahwa dirinya meminta mereka untuk mengerti posisi Eri sebagai ASN yang tidak boleh berpolitik dulu.

Lebih lanjut Agil mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan tersebut, dirinya malah menemukan ASN yang mendaftar di Partai Gerindra. Selain Firmansyah Ali, ada satu lagi ASN yang mendaftar. ’’Kalau Firmansyah Ali sudah kami sampaikan ke KASN (komisi aparatur sipil negara). Kalau yang satunya lagi, sedang kami dalami,’’ tambah Agil.

Di sisi lain, sore menjelang kantor Bawaslu Surabaya tutup, pengurus DPC PDI Perjuangan Surabaya datang membawa surat jawaban atas surat KPU Surabaya. Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya Anas Karno menyerahkan surat tersebut kepada Agil. Sebelum menyerahkannya, dia membacakan isi surat tersebut. Intinya, pendaftaran di DPC hanya dikhususkan untuk kader alias internal. Eri pun tidak mendaftar di DPC PDIP Surabaya. ’’Itu dibuktikan dengan kartu anggota. Tidak ada ASN, TNI, dan Polri aktif yang mendaftar di DPC. Pendaftaran sudah tutup September,’’ tegas Anas.

Menurut dia, yang mendaftar di DPC PDIP adalah Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, anggota DPRD Jatim Armuji, anggota DPRD Surabaya Dyah Katarina, serta mantan anggota DPRD Surabaya. Yakni, Anugrah Ariyadi, Ony Setiawan, Chrisman Hadi, dan Edi Tarmidi. 

Temuan Bawaslu:

1. Eri tidak pernah mendaftar di parpol mana pun.

2. Pembuktiannya berasal dari surat jawaban dari parpol.

3. Bawaslu Jatim juga tak menemukan pendaftaran Eri di tingkat DPD.

4. Ada satu ASN lain yang mendaftar di Partai Gerindra.

Kesimpulan:

– Eri dinyatakan tidak melanggar apa pun.

Diolah dari berbagai sumber

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/c15/ano



Close Ads