alexametrics

Angkasa Pura I Pastikan Pengawasan akan Virus Korona Tetap Ketat

20 Februari 2020, 12:24:43 WIB

JawaPos.com – Pengamanan akan merebaknya Covid-19 atau lebih dikenal dengan nama virus korona terus dilakukan. PT Angkasa Pura I yang mengelola Bandara Internasional Juanda tidak mau kecolongan. Kemarin (19/2) instansi tersebut mengadakan Airport Security Committee Meeting. Tujuannya, menangkal virus tersebut masuk dan menyebar di Jawa Timur (Jatim).

General Manager Bandar Udara Internasional Juanda Heru Prasetyo mengatakan, sampai saat ini belum ditemukan pasien terjangkit virus korona yang masuk melalui Bandara Juanda. Meski begitu, petugas tidak boleh lengah. Sebab, jumlah penerbangan di Juanda cukup tinggi.

Data tahun lalu, setidaknya ada 2,4 juta penumpang yang terlayani di Juanda. Karena itu, upaya pencegahan dan pengawasan harus tetap dilakukan. ”Kami berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Termasuk dengan pihak intelijen,” paparnya.

Fokus Airport Security Meeting saat ini membahas pengawasan tentang korona. Yang diundang, antara lain, imigrasi dan bea cukai serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya. Sebab, KKP sangat berperan ketika ada indikasi penumpang yang terjangkit korona. ”Standar operasional prosedur (SOP) menjadi acuan penanganan,” kata Plt Kabid Upaya Kesehatan Lintas Wilayah (UKLW) KKP I Surabaya dr Acub Zaenal kemarin.

Menurut dia, hingga saat ini ada satu orang yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Delapan orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP). ”Tapi, semuanya hasilnya negatif korona,” terangnya.

Upaya pengawasan dilakukan dengan ketat. Petugas mengecek ke maskapai yang baru saja terbang dari negara yang terjangkit korona. Salah satunya Singapura. Jadi, pengawasan dilakukan sebelum penumpang turun. ”Biasanya koordinasi dengan kru pesawat. Nah setelah mendarat, pengecekan dilakukan dengan sensor pemantau suhu badan,” paparnya.

Yang ditakutkan, kata Zaenal, penumpang yang terjangkit virus, tetapi gejalanya tidak terlihat. Misalnya, suhu badan normal. Artinya, mereka bisa bebas lolos. Menurut dia, hal itu bisa terjadi. Sebab, virus tersebut memiliki masa inkubasi selama 14 hari. Karena itu, penumpang dari luar negeri diberi health alert card (HAC). ’’Bila ada keluhan, surat tersebut bisa dibawa ke puskesmas atau rumah sakit,” ucapnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : omy/c6/ai



Close Ads