Seorang Hakim PN Surabaya Ditangkap OTT KPK

20 Januari 2022, 17:56:20 WIB

JawaPos.com–Humas Pengadilan Negeri Surabaya mengonfirmasi bahwa 1 orang hakim diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (19/1) malam. Penangkapan hakim berinisial IH itu terjadi di luar jam kerja.

”Iya jadi benar kami pagi ini (20/1) sangat dikejutkan dengan adanya info bahwa oknum hakim dan panitera pengganti PN surabaya di-OTT KPK tadi malam (19/1),” kata Humas Pengadilan Negeri Surabaya Martin Ginting, Kamis (20/1).

Martin mengatakan, IH diamankan di luar Gedung Pengadilan Negeri Surabaya. Hanya saja, Martin belum bisa memastikan tempat penangkapan IH.

”Kami dengar kabar penangkapan yang bersangkutan sejak pukul 22.00 WIB. Malam tadi (19/1) saya dan ketua PN masih ada di kantor sampai pukul 02.00 WIB,” jelas Martin.

Hari ini (20/1), KPK belum melakukan penggeledahan. Namun ruang kerja IH dan PP sudah disegel.

”Belum ada penggeledahan. KPK masih menyegel (ruang kerja). Mungkin KPK akan mengambil pemeriksaan dari oknum tersebut,” terang Martin.

Martin menyayangkan penangkapan oknum hakim dan panitera pengganti tersebut. Sebab selama ini, tim hakim selalu mengingatkan seluruh pihak untuk tetap menjaga marwah keadilan.

”Ketua MA sejak 2017 selalu mengingatkan bahwa pimpinan itu harus secara berjenjang untuk mengingatkan selalu kepada jajaranya supaya on the track dalam bekerja,” ucap Martin.

Atas penangkapan itu, Martin berjanji pelayanan publik akan terus berjalan. Pihaknya telah melakukan rapat untuk mengingkatkan dan melakukan warning pada seluruh pihak yang bersangkutan.

”Bapak Ketua sedikit agak marah kepada kita, tidak bisa menjaga marwah PN Surabaya yang tidak pernah bermasalah,” tutur Martin.

Untuk seluruh kasus yang sedang ditangani IH, hakim anggota akan menggantikannya. ”Jadi terhadap berkas perkara yang sedang berjalan ini yang Pak Hakim tangani akan dialihkan kepada hakim anggotanya. Hakim yang bersangkutan tetap menyelesaikan penangan perkara yang sedang ditangani,” terang Martin.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads