alexametrics

Suroboyopedia: Lintasi Flyover Mayangkara Pernah Berbayar

19 November 2019, 20:07:54 WIB

JawaPos.com – Flyover Mayangkara merupakan jembatan layang pertama yang dibangun di Surabaya. Sarana yang dikenal sebagai tol tengah kota itu digunakan sejak 1981. Saat baru beroperasi, pengguna jalan harus membayar ketika melintasi flyover tersebut.

Kisah jembatan layang berbayar itu disampaikan Sugiarti P.A. Dulu, perempuan yang kini berusia 57 tahun itu merupakan salah seorang petugas tiket di flyover Mayangkara. ’’Dulu bayarnya murah. Mobil Rp 200. Sementara motor Rp 100,’’ ujarnya.

Sugiarti adalah pensiunan PT Jasa Marga Ranting Wonokromo. Dia menjadi petugas loket di gardu flyover Mayangkara pada 1982–1986. Setelah itu, dia pindah tugas ke tol Surabaya–Gempol.

’’Setelah Juni 1986, jembatan layang Mayangkara tidak ditarik biaya lagi,’’ ucapnya kemarin (18/11). Sejak saat itu seluruh pengendara bisa melintas di jembatan sepanjang 300 meter tersebut secara gratis.

Setelah beberapa tahun beroperasi, jumlah pengendara yang melintasi flyover tersebut cukup banyak. Seingat Sugiarti, dalam satu sif, ada 15 ribu kendaraan yang memanfaatkan jembatan layang itu. ’’Padahal, saat itu satu hari dibagi tiga sif. Rata-rata 40 ribu kendaraan yang melintas tiap harinya,’’ paparnya.

Ada beberapa faktor yang membuat jalur tersebut banyak dilewati pengguna jalan. Selain menghindari macet, tarif yang murah membuat pengendara enteng membayar. ’’Kalau hujan, flyover tambah ramai karena dulu jalan di bawah banjir,’’ ucapnya.

Dulu fisik flyover Mayangkara mirip pintu tol saat ini. Lengkap dengan delapan gardu untuk menarik retribusi

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : elo/c15/ai



Close Ads