alexametrics

Divonis Infeksi Paru, Badan Dylan Kurus

19 Oktober 2021, 18:48:58 WIB

JawaPos.com – Hati orang tua mana yang tidak teriris ketika melihat buah hati tak berdaya karena sakit. Kini kondisi itu dirasakan Alya Resti Maharani. Setiap hari perempuan 24 tahun tersebut tak bisa pergi lama-lama meninggalkan Dylan Farzan Mahadirga.

Sepanjang mengobrol dengan koran ini, jari jemari Dylan tampak seperti tidak ingin jauh dari sang ibu. Dylan dipangku di atas paha kanan Alya. Beberapa kali, kelima jari tangan kiri Alya menghadang tangan Dylan yang berusaha mencabut slang di lubang hidungnya.

Pada 2019, saat berusia 11 bulan, Dylan didiagnosis menderita infeksi paru-paru oleh tim medis di RS Umum Asrama Haji (RSUAH). Malam itu Dylan mendadak panas, lalu kejang. Kejangnya berbeda. ’’Seperti kehilangan kesadaran yang tidak umum,” kata Alya ketika ditemui Jawa Pos di kediamannya di Klampis Ngasem Senin (18/10).

Pada 23 September lalu, kondisi Dylan drop. Diare hebat. Feses yang keluar hanya air dan teksturnya berlendir. Suhu tubuhnya juga tinggi. Pada 30 September, Dylan dibawa ke RSUD dr Soetomo. Selama sakit, berat badannya terjun bebas. Dari 12 kilogram turun menjadi 7,8 kilogram.

Alya meminta pulang paksa kepada tim medis pada 15 Oktober lalu. Sebab, ada kesalahpahaman mengenai kartu BPJS Kesehatan penerima bantuan iuran yang dimiliki.

Awal masuk, Alya hanya membawa surat keterangan dari Kelurahan Klampis Ngasem.

Sebelumnya, Alya memiliki BPJS Kesehatan mandiri. Sayangnya, ibu empat anak itu memberhentikan pembayaran iurannya. Alhasil, kartunya tidak aktif. ’’Karena itu, saya diberi SKM. Tapi, di tengah-tengah perawatan, masa berlakunya habis,” terangnya.

Selain masalah biaya, Alya risau karena tidak ada yang merawat anak bungsunya, Rinjani, di rumah.

Namun, saat perawatan, Dylan tidak kejang seperti tiga tahun lalu di RSUAH. Dylan juga tidak koma. Kala itu, Dylan sempat koma selama 14 hari. Pascakoma, Dylan puasa berbicara. Tidak aktif seperti sebelumnya.

Kondisi Dylan menyedot perhatian dewan. Kemarin Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mengunjungi Dylan. Mainan mobil pemadam kebakaran diberikan kepada bocah 3 tahun itu.

Begitu politikus dari Fraksi PKS tersebut menyalakan mesin mobil pemadam, Dylan terlihat antusias. Matanya langsung terbelalak. Reni mengatakan, setelah Dylan masuk RSUD dr Soetomo, seluruh OPD Pemerintah Kota Surabaya bergerak.

Alya telah didaftarkan sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Reni mengapresiasi langkah pemkot yang bergerak cepat. ’’Dinas Kesehatan Surabaya juga memberikan susu formula khusus untuk Dylan. Harganya kalau beli Rp 450 ribu dan harus diminum tiga jam sekali,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Komisi D Khusnul Khotimah mengatakan, puskesmas harus mengawasi secara terus-menerus kondisi Dylan. Baik itu kebutuhan gizi, kesehatan, maupun tumbuh kembang Dylan. ’’Saya berharap tidak ada Dylan lain atau selanjutnya. Kami berterima kasih kepada LPMK hingga OPD yang sudah turun untuk mengantarkan Dylan,” tutur politikus dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : sam/c7/git




Close Ads