alexametrics

Bila Mantan Tersakiti: Suami Istri Otaki Pembunuhan Bangkit Maknutu

Ajak 4 Orang untuk Eksekusi
19 Oktober 2019, 12:09:08 WIB

JawaPos.com – Misteri penculikan berujung pembunuhan terhadap Bangkit Maknutu Dunirat terkuak. Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus sebagian besar pelakunya. Hingga kemarin (18/10) sudah ada empat orang yang ditangkap. Ironisnya, dua di antaranya adalah pasangan suami istri (pasutri). Nah, yang perempuan merupakan mantan pacar korban.

Empat tersangka yang ditangkap adalah Bambang Irawan, 27; Rulin Rahayu, 32; Kresna Bayu, 22; dan Rizaldy Firmansyah, 19. Nah, Bambang dan Rulin merupakan pasangan suami istri yang tinggal di Perumahan Magersari, Sidoarjo ”Ide awal penculikan dari mereka,” ujar Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata.

Rulin, lanjut Leo, pernah menjalin hubungan dengan korban. Mereka berpacaran pada 2015. Hubungan itu hanya bertahan dua tahun. Rulin merasa hanya ditipu. Ya, dia menyebut beberapa kali dikadali korban.

Pertama, saat Rulin meminta korban menjualkan mobil Suzuki Swift miliknya. ”Laku Rp 93 juta,” kata Leo. Uang itu tidak diberikan semua. Rulin mengaku hanya diberi Rp 5 juta. Bangkit disebut selalu berkilah saat Rulin meminta sisanya.

Bukan hanya itu. Rulin mengaku bahwa Bangkit juga pernah mengajukan kredit Toyota Yaris pada 2016. Namun, pengajuan ke diler atas nama Rulin. Rulin saat itu setuju karena termakan bujuk rayu janji pernikahan yang dilontarkan korban. ”Eh, beberapa bulan kemudian hubungan mereka malah putus,” tutur perwira dengan dua melati di pundak itu.

Rulin awalnya tidak peduli dengan mobil tersebut. Namun, belakangan masalah muncul. Kredit mobil itu macet. Bangkit tidak membayar cicilan. Rulin kontan saja dicari-cari debt collector. Dia terus dikejar penagih utang. Meski mobil tidak berada di tangannya.

Masalah semakin pelik tatkala korban menghilang. Bangkit tidak bisa dikontak. Alhasil, Rulin dipaksa membayar cicilan. Hingga akhirnya Rulin mendengar kabar bahwa Bangkit berada di Sumenep, Madura, pada September 2017. Rulin saat itu sudah punya pacar lain. Yakni, Bambang Irawan yang kini menjadi suaminya.

Rulin curhat kepada Bambang tentang problem yang dihadapinya. Bambang yang iba mengantarnya ke Madura. Niatnya menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Tetapi, niat itu kandas. Bangkit justru mengusir mereka. Bambang tidak berdaya dengan perlakuan tersebut.

Bambang sebagai suami tentu saja perhitungan dengan pengeluaran keluarga. Dia tidak rela istrinya harus terus mencicil kredit yang tidak semestinya. Bambang pun berujar suatu saat akan balas dendam. Melaporkan Bangkit ke polisi. Rulin diminta mengabari kalau suatu saat bertemu Bangkit.

Nah, pada Senin (14/10), Rulin yang sedang mengikuti pelatihan kerja di sebuah diler di Jalan Ahmad Yani melihat korban sekitar pukul 13.00. Bangkit juga menjadi peserta pelatihan itu. Rulin spontan mengabari suaminya untuk datang.

Bambang yang sedang bekerja memintanya menahan korban. Bangkit diupayakan agar tidak pergi dulu. Rulin setuju dan menyanggupi. Hingga pukul 16.00 Bambang akhirnya tiba. Dia datang dengan mengemudikan Suzuki Ertiga bernopol W 1805 VB. Dia mengajak temannya. Yakni, Kresna Bayu, warga Jalan Nyamplungan, Semampir; dan dua orang lain yang masih buron. Masing-masing berinisial RK, warga Taman, Sidoarjo; dan IM, warga Lamongan. Belakangan, satu pelaku lain yang juga teman Bambang menyusul. Yakni, Rizaldy Firmansyah, warga Jalan Dinoyo.

Diketahui, mereka mau menemui Bangkit karena solidaritas saja. Bambang mengaku akan membuat perhitungan dengan seseorang yang mengganggu keluarganya. ”Di sana, korban dipaksa masuk ke dalam mobil,” jelasnya.

Bangkit bukannya tidak melawan. Dia sebenarnya berontak. Tetapi, kalah jumlah. Bangkit yang saat itu tersudut hanya bisa pasrah. ”Dalih para pelaku, korban akan dibawa ke kantor polisi,” ungkap Leo.

Mendengar penjelasan itu, beberapa pegawai lain yang tidak tahu apa-apa mendukung para pelaku. Memaksa korban masuk mobil.

Leo memaparkan, titik terang perkara penculikan itu berawal dari rekaman video amatir milik salah seorang saksi. Mantan Kapolres Mojokerto tersebut mengatakan bahwa detik-detik korban dipaksa masuk ke mobil pelaku direkam oleh teman Bangkit. Dia juga berasal dari Malang.

Diteriaki Maling, Bangkit Juga Dihajar Warga

Bangkit Maknutu Dunirat ternyata dilemparkan dari atas jembatan dalam kondisi hidup. Dia pun tewas. ”Ketinggiannya sekitar 50 meter,” tutur Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata sembari menggelengkan kepala. Dia tidak habis pikir dengan tindakan sadis pelaku. Leo menyatakan bahwa pembunuhan terhadap korban bisa dibilang terstruktur.

Di mobil yang dipakai para pelaku sudah tersedia pisau penghabisan. ”Awalnya mau ditusuk,” jelasnya. Bambang yang menjadi inisiator penculikan urung melakukan karena dilarang temannya Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menuturkan, kesempatan korban untuk hidup sebenarnya ada setelah dimasukkan ke mobil di diler Jalan Ahmad Yani. Mobil yang dipakai pelaku terjebak macet di Jalan Ketintang. Bangkit yang belum diikat kemudian menendang pintu untuk keluar. ”Berhasil,” jelasnya.

Namun, para pelaku meneriakinya maling. Bangkit dituduh sebagai pencuri yang baru saja diamankan. Dia mau dibawa ke kantor polisi. Ironisnya, warga sekitar yang awalnya menolong saat dia terjatuh juga percaya. Mereka malah menghajarnya. ”Ya, cukup kami sayangkan kenapa warga bisa cepat percaya begitu saja,” ungkapnya.

Bangkit, kata Sudamiran, kemudian dimasukkan lagi ke mobil oleh para pelaku. Emosi Bambang cs memuncak karena korban sempat berniat kabur. ”Dihajar lagi. Lebih parah,” kata polisi asal Ngawi tersebut. Bambang kemudian berniat menusuk korban dengan pisau yang sudah disiapkannya. ”Dicegah oleh yang lain,” sambungnya.

IM, salah seorang pelaku yang masih buron, kemudian melontarkan ide. Dia usul agar korban dibuang dari atas Jembatan Cangar, Batu. ”Lokasinya sepi,” jelasnya. Bambang pun setuju.

Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya Iptu Giadi Nugraha menambahkan, korban langsung diturunkan dari mobil begitu sampai jembatan. Bambang dengan penuh emosi menyeretnya keluar. Dia bahkan sempat membenturkan kepala korban ke besi pembatas jembatan. ”Baru dilempar,” ujarnya.

Bangkit, lanjut dia, masih hidup saat itu. Bambang dan pelaku lain bahkan sempat mendengarnya berteriak sesaat setelah dilempar. Disusul suara benturan keras dari bawah jembatan. Setelah melakukan perbuatan biadab tersebut, para pelaku pulang ke rumah masing-masing.

Bambang sendiri merasa menyesal. Dia berdalih gelap mata karena korban sempat berulah dengan memaksa keluar mobil di Jalan Ketintang. ”Awalnya mau ke kantor polisi,” sebutnya. Namun, dia hanya diam saat disinggung soal pisau penghabisan yang sudah disiapkan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : edi/c6/c10/git



Close Ads