alexametrics

Awasi Surabaya saat Pelantikan Presiden, Maksimalkan 4.000 Kamera CCTV

19 Oktober 2019, 16:36:22 WIB

JawaPos.com – Pelantikan presiden dan wakil presiden RI tinggal hitungan hari. TNI dan Polri di Surabaya melakukan persiapan untuk mengantisipasi gangguan keamanan. Selain penyebaran 1.200 personel, 4.000 kamera CCTV dimaksimalkan.

Persiapan itu dimantapkan dalam apel di halaman Mapolrestabes Surabaya kemarin (18/10). Apel gabungan tersebut dipimpin Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryanto. Dia mengatakan, pihaknya siap membantu polisi menjaga kondusivitas wilayah. TNI dan Polri, kata dia, adalah dua pihak yang tidak bisa dipisahkan dalam menjaga keamanan. ”Tidak ada ruang bagi provokator,” tegasnya.

Sudaryanto pun mengimbau masyarakat untuk semakin dewasa seiring majunya teknologi. Dia era ini, lanjut dia, tidak sedikit kabar palsu alias hoaks yang bertebaran. Jangan sampai ada yang menjadi korban dengan menelannya mentah-mentah. ”Dicek dan ricek dulu,” katanya.

Menurut dia, persatuan bangsa sedang dipertaruhkan pada pelantikan nanti. Indonesia bakal menarik perhatian mata dunia. Sudaryanto berharap tidak ada gejolak yang terjadi. Khususnya di Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho menambahkan, dengan gelar pasukan itu, dia ingin memastikan jajaran siap mengemban tugas. ”Mulai deteksi dini sampai penindakan kalau memang diperlukan,” jelasnya.

Upaya pengamanan, lanjut dia, dipersiapkan secara total. Sandi menyebut total personel yang dikerahkan mencapai 1.200 orang. Mereka akan disiagakan di titik-titik yang dianggap rawan. Di antaranya, kantor pemerintahan dan pusat keramaian. ”Dari berbagai unsur,” jelasnya. Mulai Polri, TNI, satpol PP, petugas linmas, hingga petugas dishub.

Sandi menyatakan, jajarannya juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah untuk memaksimalkan fungsi CCTV. Menurut dia, bakal ada 4.000 kamera pengawas yang diaktifkan. ”Milik kami dengan pemerintah,” jelasnya.

Ribuan CCTV itu, lanjut dia, bisa dipantau dari dua tempat berbeda di saat bersamaan. Yakni, Command Center mapolrestabes dan pemkot. ”Bisa dipantau dari Command Center. Jadi, kalau ada sesuatu, bisa langsung mendapat penanganan,” katanya. Teknisnya sama dengan fungsi Command Center sehari-hari. Bedanya, kali ini digabung.

Mantan Kapolrestabes Medan itu juga optimistis keberadaan aplikasi Jogo Suroboyo bakal banyak membantu tugas polisi. Sebab, masyarakat bisa melaporkan beragam hal di sekitarnya untuk segera mendapat penanganan. Misalnya, tindak kejahatan atau kemacetan sekalipun.

Sejauh ini situasi metropolis tergolong kondusif. Tidak ada gejolak berarti di tengah masyarakat. ”Berkat peran dari semua komponen masyarakat yang mau ikut bergandeng tangan menjaga kondisi wilayah agar tidak gaduh,” ungkap Sandi.

Menurut dia, komitmen itu harus dijaga dengan baik. Dia percaya karakter rukun antarwarga di Surabaya berbeda dengan daerah lain yang berkonflik. ”Bukti paling gampang waktu ramai unjuk rasa beberapa waktu lalu. Di Surabaya tidak ada rusuh-rusuh,” tuturnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : edi/c10/eko



Close Ads