alexametrics

Bantu Nakes Gresik-Sidoarjo, Surabaya Raya Kolaborasi Turunkan Level

19 September 2021, 12:48:18 WIB

JawaPos.com – Penanganan pandemi di Kota Surabaya menunjukkan hasil positif. Berdasar asesmen situasi Covid-19 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Surabaya dinyatakan masuk level 1. Sejumlah indikator dinilai sudah memadai.

Meski berstatus level 1, Surabaya masih harus menerapkan PPKM level 3. Mengikuti aturan yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 42/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan tetap mengikuti aturan PPKM level 3 meski asesmen situasi berada di level 1. Kondisi itu terjadi karena keterkaitan dengan wilayah aglomerasi Surabaya Raya. Meliputi Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo. ’’Karena wilayah aglomerasi juga menjadi indikator penilaian,’’ kata Eri kemarin.

Capaian vaksinasi di wilayah aglomerasi menjadi indikator penurunan level. Sebab, Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo saling terhubung. Tingkat mobilitas warga dari dan ke tiga daerah itu sangat tinggi. Eri menyampaikan, peningkatan jangkauan vaksinasi mutlak dilakukan untuk bisa menurunkan level.

Agar bisa turun dari level 3 ke level 2, cakupan vaksinasi dosis pertama kabupaten/kota harus mencapai 50 persen dan cakupan vaksinasi kelompok warga lanjut usia (lansia) harus 40 persen. Sementara itu, untuk bisa turun dari level 2 ke level 1, cakupan vaksinasi dosis pertama mencapai 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia 60 persen. ’’Di Surabaya (vaksin, Red) sudah maksimal. Harus diikuti Sidoarjo dan Gresik,’’ imbuhnya.

Eri pun berkoordinasi dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali. Tujuannya, berkolaborasi untuk terus menggenjot vaksinasi di setiap daerah. Surabaya, kata Eri, siap membantu percepatan dengan mengirimkan bantuan tenaga kesehatan (nakes) ke dua kabupaten tetangga itu. Dengan begitu, Surabaya Raya bisa segera beralih ke PPKM level 2 atau level 1.

Eri menilai wilayah Surabaya Raya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. ’’Karena kita aglomerasi, kita akan bantu nakesnya untuk vaksinasi yang mungkin akan ditambahkan Kemenkes. Saya yakin tidak lama bisa tercapai. Sebab, Surabaya bergantung pada Gresik, Sidoarjo, dan sebaliknya,’’ papar Eri.

Pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Dr Windhu Purnomo mengatakan, berdasar hasil asesmen Kemenkes, Surabaya sangat pantas masuk ke level 1. Sebab, kapasitas respons maupun transmisi komunitasnya sudah memenuhi dan berada di bawah standar atau level 1. ’’Asesmen ini yang terbaik yang kita punya sekarang, karena sesuai dengan acuan WHO,’’ ujar Windhu.

Dia memerinci, ada tiga indikator untuk transmisi komunitas. Yakni, kasus konfirmasi sudah bagus dengan nilai 8,81 per 100 ribu penduduk, atau jauh di bawah ketentuan Kemenkes 20 per 100 ribu penduduk. Kemudian, untuk rawat inap 3,43 per 100 ribu penduduk (standar Kemenkes 5 per 100 ribu penduduk). Untuk angka kematian, Surabaya sudah 0,65 dan standarnya Kemenkes tidak boleh lebih dari 1. ’’Dilihat dari ini semua sudah oke,’’ imbuhnya.

Selanjutnya, positivity rate hanya 0,41 persen (Kemenkes dan WHO di bawah 5 persen). Lalu, tracing Surabaya sudah 1:20,71 (Kemenkes 1:14) dan BOR 14,45 persen (Kemenkes 40 persen). ’’Sudah bagus semuanya,’’ paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya (Kadinkes) Febria Rachmanita mengungkap data terbaru mengenai keterisian rumah sakit di Surabaya. Setelah Dinkes Surabaya menyurvei langsung ke tiap rumah sakit, ternyata mayoritas pasien di RS Surabaya adalah non-KTP Surabaya. Perbandingannya 63,82 persen warga luar Surabaya dan 36,18 persen warga KTP Surabaya. Selisihnya sekitar 300-an. ’’Saat kami buat hasil hitungan, kalau hanya KTP Surabaya ada 124. Kalau dihitung per 100.000 per minggu, ada 4,25,’’ jelas Feny, sapaan karibnya.

Apresiasi kinerja pemkot datang dari dewan. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A. Hermas Thony mengapresiasi kerja cepat wali kota yang mampu menuntaskan vaksinasi. Bahkan, yang divaksin bukan hanya warga Surabaya. Warga luar kota yang bermukim di Kota Pahlawan pun menjadi sasaran vaksinasi. ’’Karena itu, capaiannya sampai 100 persen lebih,’’ katanya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/adi/c18/ady




Close Ads