alexametrics

Pembunuhan Teman Masa Kecil, Menguat ke Motif Cinta Tak Berbalas

19 September 2019, 20:37:23 WIB

JawaPos.com – Motif pembunuhan di eks Cafe Penjara Banjarsari, Cerme, dengan pelaku Sholahuddin Al Ayyubi mulai benderang. Berdasar hasil rekonstruksi atau reka ulang kemarin (18/9), motif cinta bertepuk sebelah tangan lebih kuat. Maksudnya, Ayyubi mencintai korban Hadril Choirun Nisa, tetapi tidak berbalas. Motifnya bukan jeratan utang.

Dalam reka ulang yang dilakukan penyidik Polsek Cerme, terungkap bahwa Ayyubi diduga sakit hati kepada korban. Sebab, gadis berusia 25 tahun asal Desa Sukoanyar, Cerme, itu bakal bertunangan dengan lelaki lain. Hati Ayyubi pun ambyar. Dia sakit hati sehingga gelap mata. Dia lantas membunuh teman sejak kecilnya tersebut.

Reka ulang yang dipimpin Kapolsek Cerme AKP Iwan Hari Poerwanto itu berlangsung selama 50 menit. Skenario awal, tersangka Ayyubi akan memperagakan 37 adegan. Karena hanya fokus di lokasi kejadian pembunuhan, yakni eks Cafe Penjara, pemuda 24 tahun itu memperagakan 23 adegan.

Adegan dimulai dengan kedatangan korban. Dalam reka ulang kemarin, korban diperankan Riska, pegawai sipil di Mapolsek Cerme. Dia datang dengan mengendarai sepeda motor ke warkop tematik di Jalan Raya Banjarsari. Ayyubi sudah menunggu. Selanjutnya, Ayyubi dan Nisa mengobrol di depan kafe. Tetapi, adegan itu tidak diperagakan.

Penyidik meminta pemeran Nisa langsung masuk membawa kandang kucing por tabel dari plastik ke dalam kafe. Selanjutnya, kandang portabel tersebut ditaruh. Ayyubi kemudian mendekap Nisa dari belakang. Dalam adegan dekapan itu, sempat ada seseorang yang menyeletuk. ”Ojo nafsu loh,” teriaknya. Maklum, pemeran Nisa juga berparas cantik dan berkulit putih.

Dekapan Ayyubi itu membuat Nisa berontak. Korban meronta. Lalu, perempuan tersebut terjengkang. Ayyubi tidak menolongnya, tetapi menindih tubuhnya. Tidak hanya itu, tangannya langsung mencekik dan membekap mulut Nisa. Korban pun lemas hingga sekarat.

Setelah itu, Ayyubi mulai beringas. Dia bertindak keji. Dia melepas jaket serta celana perempuan berjilbab tersebut. Karena perempuan yang ayahnya telah meninggal itu masih bergerak-gerak, Ayyubi kembali mencekik lehernya. Korban pun tewas. Nah, syahwat Ayyubi makin menjalar ke ubun-ubun. Duh, tersangka lantas mencabuli anak sulung pasangan almarhum Ali Hartono dan Yatminah itu. Dia memasukkan jari tangannya ke organ intim korban.

Puaskah Ayyubi? Tidak. Adegan berikutnya, Ayyubi duduk di balik pagar kafe bertulisan ”inspirasi” sambil onani alias masturbasi. Ketika penyidik menanyakan apakah kemaluan Ayyubi dimasukkan ke organ intim Nisa? ”Saya keluarkan di sini (selangkangan Nisa, Red),” jawab Ayyubi.

Kepastian Tunggu Hasil Visum dari RSUD

Dalam reka ulang terungkap, pelaku Ayyubi mencabuli korban Nisa. Namun, Kapolsek Cerme AKP Iwan Hari Poerwanto belum dapat memastikan penyebab bengkaknya organ intim korban. Sebab, hasil visum et repertum dari RSUD Ibnu Sina Gresik belum keluar. ”Visum belum selesai. Sekarang masih 80 persen,” kata perwira dengan tiga balok di pundak itu.

Hasil visum akan menjadi rujukan penyidik untuk memastikan penyebab bengkaknya organ intim korban. Apakah karena dicabuli tersangka dengan menggunakan jari ataukah dengan benda tumpul lainnya.

Sementara itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik telah menerima SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) dari Polsek Cerme. ”SPDP sudah kami terima,” ujar Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Gresik Edrus ketika dikonfirmasi kemarin.

Selain disebutkan Sholahuddin Al Ayyubi sebagai tersangka, dalam surat tersebut dijelaskan kronologi singkat pembunuhan pada Selasa malam lalu (10/9). Penyidik menjerat tersangka Ayyubi dengan pasal 338 atau 365 ayat 3 KUHP. Ancaman hukumannya di atas 10 tahun penjara

Mandi Besar sebelum Meninggalkan Kafe

Pada reka ulang yang dimulai pukul 13.00 itu, Ayyubi tampak dingin. Berbaju tahanan dan tangan diborgol, sesekali pemuda yang tinggal di kompleks Perumahan Banjarsari Asri, Desa Banjarsari, Cerme, tersebut ikut mengarahkan adegan yang telah dilakukan kepada penyidik.

Setelah membunuh dan melakukan tindakan asusila itu, Ayyubi mempereteli perhiasan korban. Selanjutnya, tubuh korban yang tergeletak diseret ke dekat pos satpam. Dengan hanya mengenakan bra, tubuh korban ditutupi karung. Ayyubi lantas menaburi jenazah itu dengan serbuk kopi. Ayyubi juga menaruh cangkul. ”Saya belum sempat menggali,” ujarnya.

DUA KALI CEKIKAN: Korban
terjatuh setelah dibekap. Karena
masih bergerak, tersangka
Sholahuddin Al Ayyubi kembali
mencekik korban. (Chusnul Cahyadi/Jawa Pos)

Berikutnya, Ayyubi membawa motor Vario milik Nisa ke sebuah gudang. Lokasinya berada di sebelah utara Cafe Penjara. Di cantolan bawah setir, terdapat tas pink berisi dompet dan ponsel. Tas itu diambil tersangka. Sebelum meninggalkan kafe, Ayyubi mandi, keramas, dan ganti baju di ruang ”sipir tahanan” alias kamar tidur dalam kafe tersebut. Setelah menutup pintu, Ayyubi bergegas pulang.

Kapolsek Cerme AKP Iwan Hari Poerwanto mengatakan, dalam adegan reka ulang itu, terungkap bahwa tersangka tidak mempereteli perhiasan korban lebih dahulu. Namun, tersangka melampiaskan nafsunya kepada korban. ”Karena itu, diduga kuat tersangka memiliki perasaan kepada korban. Namun, selama ini hanya disampaikan kepada teman dekatnya. Tidak langsung kepada korban,” ungkap mantan Kasatreskrim Polres Gresik tersebut.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : yad/c20/c6/hud



Close Ads