alexametrics

Pemkot Surabaya Rancang Edaran tanpa Masker di Ruang Terbuka

NU-Muhammadiyah Minta Warga Hati-Hati
19 Mei 2022, 12:48:22 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo memberikan pelonggaran pemakaian masker di ruang terbuka. Aktivitas di luar ruangan diizinkan tanpa masker. Itu seiring dengan melandainya kasus aktif Covid-19.

Pemkot Surabaya segera menindaklanjuti kebijakan tersebut. Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Ridwan Mubarun mengatakan, pihaknya sedang menyusun surat edaran (SE) yang akan disahkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Regulasi itu akan mengatur teknis dan syarat seseorang bisa beraktivitas di tempat terbuka. ’’Tentu kita akan mengikuti kebijakan pusat itu,’’ kata Ridwan Rabu (18/5).

Dia memastikan bahwa SE tersebut diterbitkan dalam waktu dekat. Mungkin dalam pekan ini. Regulasi itu akan mengatur secara teknis seseorang boleh melepas masker. Misalnya, ketika beraktivitas di lokasi yang tidak banyak orang. ’’Tidak dilepas begitu saja. Tentu dengan pembatasan,’’ papar Ridwan.

Dia menjelaskan, pelepasan masker tidak berlaku bagi masyarakat kategori rentan. Misalnya, kelompok lanjut usia (lansia) serta warga dengan penyakit komorbid. Masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek harus tetap mengenakan masker ketika beraktivitas.

’’Untuk kategori ini, kami menyarankan tetap mengenakan masker saat beraktivitas,’’ jelasnya.

Dia optimistis bahwa masyarakat bisa beraktivitas di ruang terbuka tanpa masker. Sebab, kondisi Surabaya sudah sangat kondusif. Pandemi Covid-19 sudah terkendali. Test case itu terlihat seusai libur Lebaran. Ridwan menyampaikan, kondisi selama libur Lebaran sangat longgar.

Banyak orang yang tidak memakai masker di berbagai lokasi. Termasuk di tempat wisata. Hingga kini, tidak ada lonjakan kasus Covid-19. ’’Pasca-Lebaran situasi sangat kondusif. Memang ada kasus, tapi tidak signifikan,’’ imbuh pelaksana tugas (Plt) kepala BPBD Surabaya itu.

Bukan hanya tempat terbuka. SE juga mengatur penggunaan masker di tempat ibadah. Dua ormas Islam, NU dan Muhammadiyah, menyambut positif kebijakan itu. Ketua PCNU Kota Surabaya KH Muhibbin Zuhri menyampaikan, kebijakan pelonggaran dikeluarkan karena kasus aktif Covid-19 sudah melandai.

Jumlah kasus yang turun itu juga diikuti dengan capaian target vaksinasi. ’’Maka, tata cara ibadah juga dapat disesuaikan dengan keadaan normal,’’ papar Muhibbin.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : mar/c7/git

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads