alexametrics

RS Rujukan di Surabaya Penuh, Pasien Harus Antre di IGD

Jumlah Kasus Melonjak, Nakes Terbatas
19 Mei 2020, 16:48:56 WIB

JawaPos.com – Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Surabaya meningkat cukup drastis dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Surabaya pun penuh Senin (18/5). Bahkan, banyak pasien yang harus antre di ruang instalasi gawat darurat (IGD) untuk mendapatkan perawatan di ruang isolasi khusus (RIK).

Salah satunya terjadi di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). Rumah sakit pendidikan rujukan Covid-19 itu saat ini menangani 88 pasien di RIK. Tujuh pasien pun terpaksa menunggu antrean dan dirawat sementara di ruang IGD kemarin pagi (18/5).

Juru Bicara Satgas Covid-19 RSUA dr Alfian Nur Rosyid SpP menyatakan, saat ini ruang isolasi perawatan pasien Covid-19 penuh. Lonjakan pasien pun terjadi bulan ini. Bahkan, ada pasien yang harus antre.

’’Kondisi saat ini, tempat tidur penuh. Ada beberapa pasien yang tertahan di IGD. Tadi pagi (kemarin, Red) masih ada tujuh pasien yang tertahan,’’ katanya.

Alfian menuturkan, sementara ini rumah sakit penyakit tropis infeksi (RSPTI) terpaksa tidak bisa menerima rujukan karena antrean masih banyak. Khususnya rujukan pasien yang membutuhkan ventilator. Sebab, semua ruangan yang memiliki ventilator penuh.

’’Kami hanya ada delapan ventilator. Semuanya sudah penuh. Jika rujukan pasien kondisi ringan, kami masih punya ruang di IGD,’’ ujarnya.

Sementara itu, sejak Maret hingga Mei, RSUA merawat 236 pasien. Sebanyak 205 pasien adalah warga asli Surabaya. Sisanya pasien ber-KTP (kartu tanda penduduk) luar Surabaya.

’’Itu kondisi riil di RSUA. Sisanya pasien di luar KTP Surabaya itu adalah perantau. Mereka dari luar kota yang bekerja di Surabaya. Kami melayani orang yang butuh dirawat inap. Tidak memilih-milih,’’ katanya.

Menurut Alfian, kondisi ruang isolasi yang penuh juga terjadi di sejumlah rumah sakit rujukan. Padahal, jumlah kasus terus meningkat. Selain ruang isolasi yang penuh, tenaga kesehatan (nakes) terbatas.

’’Nakesnya terbatas. Pekerjaannya menjadi lebih banyak karena pasien yang masuk juga banyak. Jumlah dokter spesialis paru juga terbatas,’’ katanya.

Alfian berharap ada tambahan relawan nakes dari pemerintah. Sebab, tenaga kesehatan yang kelelahan akan memengaruhi performa kerja. Jika tidak fokus bekerja, mereka berisiko tertular Covid-19 dari pasien.

’’Di rumah sakit, pasien bertambah, tempat tidur ditambah, alat pelindung diri (APD) dan ventilator juga ditambah, tetapi nakes tidak bertambah,’’ ujarnya. ’’Kalau ada rekrutmen perawat, mereka rata-rata fresh graduate. Sementara perawat butuh pengalaman karena perawat senior juga terbatas,’’ imbuhnya.

Begitu juga dokter spesialis paru-paru yang saat ini terbatas. Apalagi, lanjut dia, rata-rata keluhan pasien batuk dan sesak napas. Di RSUA, jumlah dokter spesialis paru-paru hanya enam. ’’Mereka menangani 88 pasien,’’ katanya.

Sementara itu, Direktur RSUA Prof dr Nasronudin SpPD-KPTI FINASIM mengatakan, pasien di RSUA memang penuh. Namun, RSUA akan menambah kapasitas ruang rawat inap. ’’Besok (hari ini, Red) kami akan menambah 25 tempat tidur lagi karena sudah selesai direnovasi,’’ ujarnya.

Di sisi lain, RS Husada Utama (RSHU) saat ini juga menangani banyak pasien Covid-19. Kondisi ruang rawat inap pun penuh. Direktur RSHU dr Didi Dewanto SpOG menyatakan, saat ini pasien mencapai 178 orang. Namun, akan ada tambahan 12 pasien baru orang tanpa gejala (OTG) yang positif Covid-19.

’’Jadi, total ada 190 orang yang dirawat. Kami juga akan menambah lantai 13 dan 14 untuk ruang rawat inap Covid-19,’’ katanya.

Sementara itu, Humas Rumah Sakit PHC Surabaya Prita Pinastiningtyas menuturkan, ruang isolasi di RS itu juga penuh. Namun, untuk ruang transisi atau pasien yang belum terkonfirmasi positif/negatif, ada dua ruangan yang kosong, yakni ruangan untuk anak-anak.

Dia menjelaskan, ada 69 tempat tidur (TT) yang disediakan RS PHC. Melihat tren jumlah pasien positif di Surabaya, kata dia, RS PHC akan menambah tempat tidur lagi. Namun, untuk jumlah penambahan itu, pihaknya masih menunggu keputusan lebih lanjut.

Prita menambahkan, sejauh ini RS PCH Surabaya selalu menerima pasien Covid-19 dengan catatan ruang isolasi masih tersedia. Namun, pihaknya selalu menginformasikan kepada instansi terkait tentang ketersediaan ruang isolasi dan tempat tidur.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ayu/zam/c19/ady

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads