alexametrics

Pintu Keluar-Masuk Pendatang Luar Kota, Waru dan Taman Paling Rawan

19 Mei 2020, 18:48:51 WIB

JawaPos.com ‒ Kecamatan Waru dan Taman Sidoarjo dinyatakan ”paling merah” dalam persebaran Covid-19. Jumlah warga yang tertular terus meningkat. Perlu ada perhatian dan tindakan lebih tegas.

Data Posko Penanganan Covid-19 Sidoarjo menyebutkan, di Waru tercatat 68 orang positif Covid-19. Di Taman ada 44 orang. Dua wilayah itu merupakan kawasan termerah. Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan, jumlah kasus korona di wilayah perbatasan memang terus naik. Salah satu penyebabnya, mobilitas warga. ’’Karena warga perbatasan kerap pergi ke kota lain,’’ ucapnya.

Saat beraktivitas itu, warga mungkin tertular Covid-19. Yang imun tubuhnya lemah langsung terpapar. Yang daya tahan tubuhnya kuat berpotensi menularkan karena menjadi pembawa virus.

Menurut Cak Nur, sapaan akrabnya, salah satu solusinya adalah ketegasan. Pemkab, polresta, dan kodim harus tegas menindak warga yang keluyuran tak jelas. Lebih-lebih saat ini Sidoarjo memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). ’’Kami sudah sepakat, kuncinya ketegasan,’’ tuturnya.

Di dalam PSBB jilid II, beragam sanksi dijatuhkan. Misalnya, sanksi administratif. Untuk warga pelanggar jam malam, KTP disita. Sanksi sosial diterapkan. Misalnya, membersihkan makam, menyapu jalan, menjadi duta korona, dan ikut memakamkan jenazah Covid-19.

BATASI AKSES: Warga Desa Ke dung rejo, Kecamatan Waru, me masang spanduk larangan bagi orang luar untuk keluar masuk ke desa tersebut. Waru termasuk salah satu kecamatan yang paling merah. (Boy Slamet/Jawa Pos)

Kapolresta Kombespol Sumardji juga resah dengan wilayah perbatasan. Empat hari terkahir, Sumardji kerap mendatangi Waru dan Taman. Tujuannya, melihat penerapan PSBB di dua kawasan merah tersebut. Menurut dia, dua wilayah tersebut membutuhkan ketegasan. Setiap pelanggar jam malam dan PSBB disanksi. ”Sehingga jera. Tak lagi melanggar,” ungkapnya.

Polresta sudah menambah dua checkpoint baru. Pertama, pos di pintu masuk Perumahan Pondok Tjandra. Fungsinya, menangkal pengendara yang hendak menuju Wadungasri.

Terdapat dua pos di Taman. Tepatnya, jalan tembusan dari Pagesangan, Surabaya. Pos didirikan di sebelah perlintasan kereta api. Titik itu kerap menjadi akses keluar-masuk warga dari Surabaya menuju Sidoarjo dan sebaliknya.

Sumardji menegaskan, PSBB tahap kedua kurang tujuh hari lagi atau sampai 25 Mei. Polisi bakal memperketat pemeriksaan pengendara yang melintas. Pemakai jalan dipelototi. Terutama yang tidak memiliki surat keterangan RT dan RW. ’’Yang tidak mendesak tak perlu keluar rumah,’’ katanya

Klaster Tahlilan Tambah Jadi 18 Positif

Tes cepat (rapid test) masal warga Kota Delta terus dilakukan. Kemarin (18/5) sebanyak 392 orang menjalani rapid test. Yakni, 286 orang di RT 12 Jalan S. Parman, Waru, dan 106 orang di Pasar Sukodono. Hasilnya, di dua tempat tersebut ditemukan 52 orang reaktif virus korona jenis baru. Uji usap (swab test) akan memastikan mereka positif terinfeksi Covid-19 atau tidak.

”Klaster di S. Parman itu sekarang yang confirm (positif) ada 18,” kata Kepala Dinkes Sidoarjo drg Syaf Satriawarman SpPros.

Sebelumnya, warga yang terkonfirmasi positif 15 orang. Mereka terpapar virus korona bermula dari kegiatan bersama. Yakni, tahlilan di salah satu rumah warga. Seusai tahlilan, ternyata ada warga yang meninggal. Warga tersebut tidak menunjukkan gejala sakit. Kondisinya sehat. Namun, belakangan diketahui istri dan anak warga yang meninggal tersebut dinyatakan positif Covid-19.

Karena itu, dinkes pun melakukan tracing di wilayah tersebut. Mereka menelusuri warga guna mengetahui siapa saja yang pernah berhubungan dengan warga yang meninggal maupun keluarganya. Termasuk, melakukan tes cepat. Hasilnya, puluhan orang reaktif dan belasan positif Covid-19.

Syaf menyatakan, sangat mungkin pasien positif bakal bertambah. ”Hari ini (kemarin) ada penambahan 36 orang yang positif,” lanjut Syaf. Mereka berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP). Ada juga warga yang asal mulanya hasil tes cepat reaktif.

Bertambahnya pasien juga berimbas pada ketersediaan ruang isolasi. Saat ini jumlah ruang isolasi sudah minim. Hingga kemarin siang, yang tersedia untuk ruang isolasi khusus (RIK) tinggal 14 unit. Ruang isolasi biasa (RIB) 27 tempat tidur.

Sebagian besar rumah sakit rujukan juga sudah penuh. Salah satu rumah sakit yang penuh adalah RSUD Sidoarjo. Rumah sakit milik pemkab itu sempat memiliki ruang isolasi saat pasien ada yang keluar dari rumah sakit. Tapi, saat ini ruang isolasi penuh lagi. Jumlah pasien ada 122 pasien. ”Bed isolasi 121. Jadinya, 1 pasien terpaksa di ruang isolasi IGD,” kata Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan SpP

Tempat Belanja Boleh Buka

Toko ritel, pusat perbelanjaan, hingga mal mulai ramai. Menjelang Lebaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo mengizinkan lagi beroperasi. Tapi, jika melanggar, izin usaha dicabut.

Kepala Disperindag M. Tjarda menyatakan, tujuan diizinkannya tempat-tempat perbelanjaan itu beroperasi, antara lain, memecah keramaian pembeli. Agar tidak terpusat di satu tempat. Pasar-pasar pun sekarang dibuka. Namun, jam operasionalnya diatur.

Dia mewanti-wanti jangan sampai ada kerumunan antrean. Misalnya restoran. Baik yang di dalam mal maupun di luar mal. Tidak boleh pengunjung makan di tempat. Harus dibawa pulang (take away). Jam buka juga tidak melebihi pukul 21.00.

Bagaimana mengawasinya? Tjarda memastikan siap melakukan sidak. Jika kedapatan melanggar, tidak ada lagi peringatan. Yang melanggar langsung ditutup. ’’Kami akan lebih tegas di PSBB tahap dua ini,’’ tambahnya.

Pembeli diharapkan juga lebih sadar. Harus paham protokoler. Tidak perlu berebut makanan atau sembako. Sebab, persediaan kebutuhan pokok aman hingga Lebaran. Harganya pun tidak naik drastis. Gula yang harganya pernah naik kini berangsur turun. Saat ini Rp 14 ribu per kilogram. ’’Sudah mendingan dibanding sebelumnya sampai Rp 18 ribu,’’ terang Tjarda.

Direktur PT Pabrik Gula (PG) Candi Baru Audry Haris Jolly Lapian menyampaikan, PT PG Candi Baru mulai buka giling Juni mendatang. Produksi gula pada masa buka giling tersebut diperkirakan 30 ribu ton. ’’PG Candi Baru mencoba berpartisipasi menstabilkan harga gula. Khususnya di Sidoarjo, sesuai ketetapan pemerintah,’’ katanya. Yakni, kisaran Rp 12.500 per kilogram di tingkat masyarakat.

Contoh lain harga daging. Saat ini di pasaran Sidoarjo rata-rata Rp 95 ribu per kilogram. ’’Biasanya menjelang Lebaran sampai Rp 120 ribu per kilogram. Ini turun,’’ tambah Tjarda. Masyarakat tidak perlu panik atau berebut.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : aph/may/uzi/c17/c10c20/roz

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads