alexametrics

Warga Surabaya Diminta Tidak Panic Buying Dampak Covid-19

19 Maret 2020, 16:07:25 WIB

JawaPos.com–Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Kota Surabaya meminta warga untuk tidak panic buying atau melakukan penimbunan beberapa barang pada saat terjadi situasi darurat seperti merebaknya wabah virus korona (Covid-19). Panic buying tidak perlu ada karena stok kebutuhan bahan pokok di Surabaya saat ini melimpah. Bahkan, panic buying justru akan merugikan warga sendiri karena akan membuat harga melonjak.

”Kami mengimbau masyarakat tidak terpancing untuk melakukan panic buying karena itu justru merugikan masyarakat sendiri. Tidak perlu panik cukup membeli dengan jumlah sesuai kebutuhan saja. Stok yang dimiliki masih banyak tersedia,” kata anggota Komisi B DPRD Surabaya John Thamrun seperti dilansir dari Antara pada Kamis (19/3).

Menurut John Thamrun, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surabaya telah menggelar operasi pasar untuk tiga komoditi yakni gula, telor, dan bawang putih di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya.

”Dalam 30 menit, gula yang disediakan ludes dibeli warga. Memang harga gula sudah mencapai Rp 20.000 per kilogram di pasaran. Di sini Rp12.200 per kilogram, selisih harga cukup banyak,” ujar John Thamrun.

John Thamrun juga berharap, operasi pasar bisa digelar Disperindag Surabaya merata di seluruh kecamatan sehingga membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dengan harga murah. Dia pun berharap harga gula ataupun komoditi lain bisa stabil.

Kabid Distribusi Disperindag Surabaya Trio Wahyubowo mengatakan, sesuai perintah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bahwa operasi pasar akan digelar di 31 kecamatan. ”Ini sudah putaran ketiga. Memang tujuan kami agar warga mendapat komoditi gula dengan harga yang jauh di bawah harga pasar,” kata Trio.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=-nSpgAlcVXg

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: