alexametrics

Perkecil Penularan Virus Covid-19, Gunakan Masker Rangkap Dua

19 Februari 2021, 13:58:05 WIB

JawaPos.com – Penggunaan masker ganda makin didengungkan. WHO dan CDC Amerika Serikat sudah mengeluarkan panduan untuk penggunaan masker ganda mengingat penularan dan mutasi virus SARS-CoV-2 terus berkembang.

Itulah yang dijabarkan Wira Widjaya Lindarto dr MMedKlin SpMK, Kamis (18/2). Penggunaan masker ganda bisa menambah efektivitas filter pada masker. Wira menyatakan bahwa masker yang paling bagus memang masker medis. ”Karena desain pori-porinya sudah pas untuk menghalau sesuai dengan ukuran virus dan bakteri,” paparnya.

Masker ganda ini tidak hanya dipakai mereka yang sedang sakit, tetapi juga perlu diterapkan bagi yang sehat. Wira memaparkan bahwa pasien yang memakai masker satu lapis bisa menurunkan risiko penularan hingga 50–60 persen. Penggunaan masker dua lapis bagi pasien dapat menurunkan potensi persebaran hingga 30–40 persen.

”Apalagi, masker pasien sudah berlapis. Kemudian, yang sehat juga memakai masker ganda. Angkanya bisa sampai 1,5–7 persen,” terangnya.

Masker berlapis yang paling bagus memang dua lapis masker medis. Proteksinya jelas lebih tinggi daripada masker medis berlapis masker kain dan masker kain dua lapis. ”Memang butuh pembiasaan dulu. Awalnya merasa agak sesak karena proteksinya makin tebal,” ujar dosen mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra tersebut.

Selain ketebalan masker, Wira menyinggung kerapatan masker. Selama ini banyak pengguna yang maskernya sekadar menempel. Padahal, masker yang ideal seharusnya menutup rapat bagian hidung, pipi, hingga dagu. ”Jadi, tidak ada yang bocor, terutama bagian samping hidung dan pipi. Itu dua titik yang sering tidak rapat,” tegasnya.

Hal tersebut bisa diakali dengan pemilihan ukuran sesuai dengan usia. ”Anak-anak jangan dipakaikan masker dewasa atau sebaliknya,” tutur Wira.

Masker medis juga kadang tidak rapat di bagian pipi sehingga bisa dilapisi kain yang rapat hingga ke pipi untuk masyarakat awam. Di dunia kedokteran, mereka sudah biasa menggunakan plester tambahan untuk memastikan kerapatan masker di wajah.

Pada bagian hidung, disarankan sekali penggunaan masker yang memiliki tambahan kawat. Dengan begitu, masker bisa menyesuaikan kontur hidung setiap orang dan meminimalkan kebocoran.

Wira menegaskan, penggunaan masker berlapis ini wajib bagi mereka yang beraktivitas di ruang tertutup. Peningkatan konsentrasi virus bisa terjadi akibat minimnya sirkulasi udara. ”Kalau di luar ruangan, wajib juga jika kondisi membuat kita tidak bisa jaga jarak dengan banyak orang,” ujarnya.

Baca Juga: Lays, Doritos, dan Cheetos akan Berhenti Produksi Mulai Agustus 2021

Di sisi lain, Wira juga menyoroti pembuangan limbah masker yang belum optimal. Banyak yang masih seenaknya membuang masker bekas pakai di jalanan. ”Padahal, kita kan melihat benda tersebut sebagai infeksius. Jadi, memang seharusnya dihancurkan dan dimasukkan ke wadah tertutup supaya benda sekitarnya tidak terkontaminasi,” tandasnya. 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : dya/c14/git




Close Ads