alexametrics

LaporCovid-19: RS Kritis, Ada Pasien Meninggal di Selasar UGD Surabaya

19 Januari 2021, 11:27:52 WIB

JawaPos.com – Kasus meninggalnya pasien Covid-19 di taksi online merupakan gambaran kapasitas rumah sakit (RS) yang sudah kritis. LaporCovid-19 pun melakukan survei untuk membuktikan janji pemerintah yang sudah menjamin penambahan tempat tidur rumah sakit. Namun nyatanya, di lapangan masih sulit mendapatkan rumah sakit

“Saat ini, pas banget kami sedang mencari RS. Penambahan BOR (Bed Occupancy Rate) sama sekali tidak sesuai. Kami saja mencari tidak ketemu satu pun. Penambahan itu tidak terbukti,” tukas Tim Lapor Warga LaporCovid-19 Yemiko kepada JawaPos.com, Senin malam (18/1).

Menurutnya, kasus serupa hampir terjadi di seluruh Indonesia. Bukan hanya di Depok.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Klarifikasi Soal Pasien yang Meninggal di Taksi Online

“Di Surabaya dapat informasi ada pasien meningal di selasar UGD. Ini masalah nasional. Jadi mungkin saran kami tanya ke Menkes dan Presiden juga,” paparnya.

Yemiko menyarankan penguatan sistem informasi rumah sakit diperlukan. Dia mencontohkan Dinkes Provinsi DKI Jakarta punya sistem terpadu untuk kemudahan pencarian RS.

“Itu pun tak terlalu update. Bagaimana yang tidak punya?” tukasnya.

LaporCovid-19 memiliki kontak SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu) sebanyak 45 khusus DKI Jakarta saja, dan 40-an lagi Bodebek. Dia menjelaskan keadaan semakin sulit saat pasien baru tiba di UGD di mana antrean sudah begitu panjang.

“Kalau gambaran di UGD, semalam kami cari RS di Surabaya masih bisa menemukan, tapi harus stay di UGD selama 24 jam dulu baru ke ruang rawat inap,” tegasnya.

BOR Depok Penuh

Di satu sisi, Satgas Covid-19 Depok mengaku belum menerima laporan yang terang benderang secara langsung dari pihak LaporCovid-19. Satgas meminta agar pihak penerima informasi itu mau secara gamblang memberikan data pasien dan kronologi yang lengkap agar tidak terjadi kesalahan persepsi.

“Sampai dengan saat ini kami sudah coba hubungi LaporCovid-19 yang merilis berita itu dan kami mohon untuk jelaskan klarifikasi kronologis sebenarnya seperti apa agar tak ada mispersepsi. Kami sudah hubungi pihak mereka, minta data pasien, namun karena SOP mereka tak bersedia memberikan data-data itu. Padahal kami perlu investigasi, bukan kami tak percaya, tapi perlu pendalaman,” Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana kepada JawaPos.com, Senin (18/1).

“Kami mohon LaporCovid-19 terang benderang laporkan ke publik, tujuannya mungkin baik untuk sampaikan informasi bahwa RS sudah penuh, agar warga ketat terapkan protokol 3M. Namun kami meminta agar pihak LaporCovid-19 berikan kepada kami untuk bahan kepentingan evaluasi,” tambahnya.

Bed Occupancy Rate (BOR) ketersediaan tempat tidur RS di Depok saat ini memang sudah penuh seperti yang terjadi di Jabodetabek lainnya. Dadang mengatakan BOR RS di Depok untuk ruang ICU sisa 92 persen dan ruang isolasi sisa 84 persen.

“ICU sudah 92 persen, isolasi RS sudah 84 persen terisi,” kata Dadang.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani




Close Ads