alexametrics

Soal Tempat Tidak Layak Huni, Machfud Janji Bedah 2 Ribu Rumah Setahun

18 Oktober 2020, 10:14:37 WIB

Jawapos.com – Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin menyayangkan wilayah pinggir kota Surabaya yang pembangunannya kurang diperhatikan. Termasuk pembangunan tempat tinggal dan sarana lainnya di wilayah setingkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW).

“Selama ini kita tahu ada perumahan yang bagus, taman yang indah dan jalanan yang asri. Kota disebut metropolitan bukan karena infrastrukturnya yang memadai, namun RW dan RT adalah tim pemenangan. Tapi bukan cuma memenangkan, namun juga mensejahterakan dan menyamaratakan,” ujar Machfud dalam kunjungannya ke Bulak Bareng pada Sabtu (17/10).

Dalam kunjungannya ke berbagai tempat di Surabaya, Machfud melihat banyak tempat tinggal yang tidak layak ditinggali masyarakat. Berbagai masalah ditemuinya. Mulai dari sanitasi yang buruk hingga jumlah KK yang terlalu banyak tinggal di satu rumah.

“Maka dari itu saya membuat program 1 tahun harus bedah dua ribu rumah. Jumlah ini berbeda dengan rutilahu (rehabilitasi rumah tidak layak huni),” tegasnya.

Mantan Kapolda Jawa Timur ini mengatakan bahwa rehabilitasi tersebut tidak asal. Melainkan dengan pengecekan dan pemantauan. “Harapannya semua warga bisa tidur dan makan enak,” tukas dia.

Saiful Huda Ketua RW 06 mengapresiasi rencana tersebut. Sebab, selama ini Ia merasakan sendiri wilayah Surabaya Utara cenderung tertinggal. “Selama ini bantuan dan perhatian Pemerintah Kota Surabaya memang baik. Namun sudah 2 tahun ini usulan dan permohonan yang kami ajukan belum pernah direspon,” tuturnya.

Di sisi lain, Saiful menyayangkan langkah Pemkot yang cenderung membangun wilayah tengah kota, namun meninggalkan wilayah pinggir kota. “Keinginan warga tidak banyak. Hanya minta bantuan soal lapangan kerja dan pembangunan rumah. Juga diperhatikan kedepannya bagaimana,” keluhnya.

Mengenai rencana bedah rumah yang diusung Machfud, Saiful mengatakan terdapat wilayah yang cukup luas di dekat Bulak Banteng. Sejak empat tahun lalu, Ia mengajukan pembangunan rusun yang tidak mendapatkan respon apapun.

“Kami butuh rusun. Di dekat sini ada tanah aset yang bisa dibuka dan dibangunkan rusun. Dengan Pak Machfud sudah MoU membuka rusun pada September di pasar Podomoro. Kami berharap dengan begitu Pemkot memperhatikan,” tukasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : rafika




Close Ads