alexametrics

Kader Jumantik Sebut Infrastruktur Kampungnya Jadi Bagus Berkat Eri

18 Oktober 2020, 10:10:39 WIB

JawaPos.com – Eri Cahyadi bisa dikatakan dikenal sebagai birokrat yang kerap menyelesaikan problem kampung. Mulai dari pavingisasi, sanitasi, drainase, hingga, penerangan jalan umum (PJU). Reputasi Eri itu yang membuat warga mengaku mudah mengidentifikasi kontribusi dia bagi Surabaya.

Salah satunya saat dia berkunjung ke Kelurahan Kapas Madya, Kecamatan Tambaksari, Sabtu (17/10). Warga langsung mengingat kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya 2018-2020 itu sebagai sosok yang memperjuangkan pavingisasi di kampungnya.

Bahkan, kunjungan Eri disambut syukuran karena jalanan kampung akhirnya sudah terpaving. “Warga di sini sudah tidak asing lagi dengan Mas Eri. Beliau sudah berjasa lakukan pavingisasi kampung kami saat menjabat Kepala Bappeko. Kampung-kampung lain pasti merasakan hal yang sama,” ujar Kartiwi, salah seorang anggota juru pemantau jentik (jumantik) RW 2 Kapas Madya.

Kartiwi mengatakan, sudah banyak kampung yang dibantu pavingisasi oleh Eri Cahyadi. Jauh sebelum itu, saat masih menjabat kepala Dinas Cipta Karya, pavingisasi dari Eri Cahyadi sudah menyentuh ratusan kampung. “Juga PJU. Banyak kampung di Surabaya yang dulu gelap kini jalanannya terang. Kejahatan jalanan pun berkurang. Warga jadi merasa aman,” katanya.

Kartiwi sendiri merasakan dampak kebijakan Eri. Yakni kenaikan honor jumantik seperti dirinya hingga 400 persen. Menurut Kartiwi, lebih dari nilai nominal, kenaikan honor menunjukkan bahwa peran jumantik sangat dihargai. “Kami ujung tombak kesehatan masyarakat. Kami berkeliling melihat jentik nyamuk di bak-bak kamar mandi untuk memastikan tak ada demam berdarah. Juga terkait standar rumah sehat,” katanya.

Eri berterima kasih karena warga masih mengingat kontribusinya buat kampung. Namun, kata dia, Surabaya di masa depan tak boleh hanya berkutat di infrastruktur dan perbaikan fisik. Mulai tahun depan, Surabaya harus juga berdaya dalam hal sumber daya manusia. Sebab, infrastruktur yang kuat tak akan punya dampak ekonomi jika tidak memiliki SDM yang mumpuni. Surabaya bakal cuma jadi jujukan tenaga kerja dari luar kota.

“Tentu untuk membangun semuanya, dibutuhkan pendidikan yang benar-benar layak sebagai dasar. Selain memberi banyak beasiswa, dari kampung, kita bisa memaksimalkan Balai RW. Akan difasilitasi komputer, printer, WiFi, sampai guru les gratis untuk anak-anak,” ujar Eri dalam keterangan persnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar




Close Ads