alexametrics

732 Bangunan di Tiga Kecamatan Surabaya Tak Ber-IMB

18 Oktober 2019, 19:35:58 WIB

JawaPos.com – Ratusan rumah di kawasan selatan Surabaya ternyata belum dilengkapi dengan izin mendirikan bangunan (IMB). Hal tersebut diketahui saat dilakukan pendataan di seluruh kecamatan yang dimulai awal bulan ini.

Dari data yang dikumpulkan di Kecamatan Wonokromo, Tegalsari, dan Sawahan, terdapat 732 bangunan yang belum mengantongi IMB. Terbanyak berada di Wonokromo. Menurut Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Wonokromo Ali Rusbianto, terdapat 875 bangunan di enam kelurahan yang didata. Di antara jumlah tersebut, 500 bangunan belum memiliki IMB. ”Hanya 375 bangunan yang ada IMB-nya,” terangnya kemarin (17/10).

Ratusan bangunan yang tak ber-IMB tersebut berupa rumah warga di perkampungan. Namun, ada juga bangunan yang menjadi tempat usaha. ”Ada bangunan yang memiliki IMB, tetapi peruntukannya sudah berbeda. Bukan rumah tinggal, melainkan tempat usaha,” paparnya.

Karena itu, lanjut Ali, pihaknya mengimbau semua warga untuk segera mengurus IMB. Apalagi teknik mengurusnya tidak jelimet. Asalkan berkas lengkap. ”Bila tak tahu syaratnya, silakan datang ke kecamatan,” ucapnya.

Selain Wonokromo, rumah di Kecamatan Sawahan banyak yang belum ber-IMB. ”Saat ini jumlahnya 220 bangunan,” kata Kasi Trantibum Sawahan Indra Suryanto saat di kantornya kemarin. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah. Sebab, pendataan masih berlangsung hingga sekarang. ”Ini kami kebut,” ucapnya.

Ada 308 bangunan yang sudah didata di Kecamatan Sawahan. Menurut Indra, hanya sedikit bangunan yang ber-IMB. Yakni, 88 saja. Sisanya, dipastikan tak memiliki IMB.

Khusus wilayah Sawahan, sebagian besar bangunan yang tak berizin adalah tempat usaha. Itu berbeda dengan di Wonokromo. Indra menjelaskan, untuk saat ini, pihaknya berfokus mendata tempat usaha saja. ”Pendataan rumah tinggal dilakukan secara beriringan ketika sosialisasi kependudukan nonpermanen,” paparnya.

Bangunan yang tak ber-IMB juga terdapat di Tegalsari. Hanya, jumlahnya tidak begitu banyak jika dibandingkan dengan Wonokromo dan Sawahan. Sekcam Tegalsari Henny Dwi Ferita mengatakan, ada 58 bangunan yang sudah didata. Di antara jumlah tersebut, 10 tak memiliki IMB. ”Ada dua bangunan yang memiliki IMB, tetapi peruntukannya sudah berubah,” lanjutnya.

Henny mengatakan, hanya bangunan yang luasnya 500 meter persegi yang didata. Dia menjelaskan, rata-rata yang tak ber-IMB adalah bangunan kosong. Selain itu, terdapat beberapa lahan yang dipakai sebagai tempat parkir.

Ada bangunan yang IMB-nya tempat tinggal, tapi digunakan sebagai tempat usaha. ”Kalau seperti itu, peruntukannya kan sudah berbeda. Otomatis izinnya pun harus diperbarui sesuai dengan kondisi sekarang,” ucap Kenny.

Dia mengimbau warganya untuk segera mengurus izin tersebut. Jika tidak, petugas satpol PP bisa menyegel bangunan tak ber-IMB itu. Meskipun, hal tersebut tak langsung diberlakukan. Sosialisasi dan imbauan terlebih dulu dilakukan. ”Kami akan terus sosialisasikan ini agar warga sadar tentang perizinan,” terangnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : omy/c12/ai



Close Ads