alexametrics

519 Orang Tiba di Surabaya, Puluhan Pengungsi Wamena Jatuh Sakit

18 Oktober 2019, 12:21:58 WIB

JawaPos.com – Setelah sepekan menempuh perjalanan laut, ratusan pengungsi dari Wamena, Jayawijaya, Papua, tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (17/10). Mereka tiba dengan menggunakan kapal Dobonsolo.

Lamanya waktu perjalanan membuat kondisi kesehatan puluhan penumpang menurun. Sakit kepala, demam, pilek, dan batuk merupakan penyakit yang paling banyak mereka alami. Kondisi fisik yang lemah membuat salah seorang pengungsi harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Selanjutnya, pasien lainnya mendapatkan penanganan medis di ruang tunggu kedatangan Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara. Petugas pun dibagi menjadi tiga tim untuk pelayanan cepat. Di antaranya, tim medis dari Biddokkes Polda Jawa Timur, Polrestabes Surabaya, dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kemudian, tim medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Perak serta Posko Aksi Cepat Tanggap (ACT). Satu per satu pasien diperiksa dan diberi obat.

’’Totalnya, ada 33 penumpang yang sakit. Delapan penumpang mendapatkan perawatan tim medis Biddokes Polda Jatim. Kemudian, tujuh pasien diperiksa di posko KKP Tanjung Perak. Selanjutnya, sisanya diperiksa di posko ACT,’’ kata Pejabat Sementara Perwira Urusan Kesehatan, Keamanan, dan Ketertiban Masyarakat Subbidang Kedokteran dan Kesehatan Biddokes Polda Jatim Ipda dr Iwansyah di Terminal Gapura Surya Nusantara kemarin. ’’Alhamdulillah, semuanya bisa berjalan cepat dan lancar,’’ imbuhnya.

Berdasar informasi, 519 pengungsi dari Wamena tiba di Surabaya. Dari jumlah tersebut, 143 pengungsi merupakan warga Probolinggo. Kemudian disusul warga Pasuruan 132 orang. Selanjutnya, warga Surabaya hanya 30 orang.

Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur Jonathan Judianto menyatakan, semua pengungsi dari Wamena segera dikembalikan ke kampung halaman masing-masing. Sebelum dipulangkan, mereka menjalani pendataan dan pemeriksaan kesehatan. Tujuannya, tidak ada kesalahan dalam proses pemulangan. Begitu juga dengan pemeriksaan kesehatan.

’’Kami ingin memastikan mereka pulang dengan kondisi sehat. Jika ada yang sakit dan perlu perawatan medis, terpaksa tidak dipulangkan dulu. Tunggu pulih baru bisa dipulangkan,’’ kata Jonathan, kemarin (17/10).

Pemulangan dilakukan pada hari yang sama kemarin. Setiap perwakilan dari pemerintah daerah setempat telah menunggu di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Imigrasi Jawa Timur. ’’Sebelum dipulangkan, semuanya kami antar ke kantor dinas ketenagakerjaan untuk didata. Kemudian, pembagian dilakukan dan diserahkan kepada pihak pemda masing-masing. Setelah itu, mereka baru dipulangkan,’’ ujarnya.

Meski cukup ramai, pemulangan berjalan lancar. Semua pasien yang mengalami sakit masih bisa teratasi. Tim yang terdiri dari BPBD Jatim, dinkes, dinsos, Polri, TNI, dan lembaga sosial lainnya bekerja sama untuk menangani para pengungsi.

Dia menjelaskan, pemulangan pengungsi warga Jatim dari Wamena tersebut sudah kali ketiga. Kemarin adalah jumlah terbanyak, yakni 519 orang. Namun, pihaknya belum mengetahui apakah masih ada warga Jatim di Wamena yang harus kembali ke kampung halaman. Jika masih ada, pemprov tetap akan memberikan fasilitas dan pelayanan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : ian/c22/end



Close Ads