alexametrics

Karantina PMI 11 Hari, Dewan Pakar Covid-19 Sebut Seharusnya 14 Hari

18 September 2021, 18:55:34 WIB

JawaPos.com–Pemerintah merupakan satu-satunya pihak yang mampu mencegah masuknya varian Mu di Indonesia. Cara utamanya adalah dengan membuat aturan ketat untuk masuknya pekerja migran Indonesia (PMI).

Menurut Ketua Perhimpunan Pengendalian Infeksi (Perdalin) Surabaya Agung Dwi Wahyu Widodo, PMI harus dikarantina selama 14 hari. Durasi karantina harusnya disesuaikan pada masa inkubasi penyakit.

”Untuk antisipasi Mu butuh kebijakan pemerintah. Utamanya jalur masuk PMI dan WNA. Harus disesuaikan dengan berapa lama mereka karantina,” tutur Agung Sabtu (18/9).

Sehingga, karantina 14 hari harus sesuai dengan standar internasional. ”Apabila masih mencurigakan keberadaannya, harus dilakukan whole genome sequencing (WGS),” jelas Agung, yang juga dewan pakar satgas Covid-19 Jatim.

WGS merupakan upaya untuk lebih detail mengetahui karakterisitik virus. Sistem itu juga yang digunakan untuk mengidentifikasi varian delta pada Juli.

Saat ini, lanjut Agung, PMI dikarantina selama 8 hari di tempat kedatangannya, yakni di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta) atau di Bandara Sam Ratulangi (Manado). Kemudian, dilanjutkan 3 hari di provinsi masing-masing.

”Isolasi idealnya, aturan main menggunakan masa inkubasi penyakit ini. Masa inkubasi pendek 5 hari dan panjang 14 hari. Rata-rata 14 hari untuk menemukan masa inkubasi, kalau salah memilih waktu, bisa lolos,” jelas Agung.

Agung mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dengan kedatangan PMI dan WNA. Bila salah membuat aturan atau kebijakan, varian MU bisa lolos masuk Indonesia. ”Yang punya kendali antisipasi Mu ya pemerintahan. Mereka bisa mengendalikan wabah. Tentunya untuk warga harus waspada dengan prokes dan disiplin,” tegas Agung.

Berdasar aturan, PMI yang kembali ke kampung halaman di Jawa Timur tidak lagi bisa mendarat di Bandara Juanda Surabaya. Per Jumat (17/9), PMI dari luar negeri hanya bisa masuk lewat Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Sam Ratulangi.

Pangdam V Brawijaya Mayjen Suharyanto menegaskan, Bandara Juanda sudah tidak bisa lagi menerima penerbangan kedatangan PMI. Aturan itu termaktub dalam SE Nomor 74 Tahun 2021.

”Artinya PMI yang lewat udara hanya akan mendarat di dua titik yakni Manado dan Soekarno-Hatta,” ujar Suharyanto.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads