alexametrics

Gelombang Covid-19 Ketiga Tergantung Karantina PMI

Varian Mu Kebal Plasma Konvalesen
18 September 2021, 19:35:19 WIB

JawaPos.com–Gelombang ketiga Covid-19 diperkirakan akan terjadi bila karantina pekerja migran Indonesia (PMI) tidak diawasi dan dilakukan dengan baik. Terlebih, ribuan PMI terus berdatangan dari luar negeri.

Menurut Ketua Perhimpunan Pengendalian Infeksi (Perdalin) Surabaya Agung Dwi Wahyu Widodo, ada atau tidaknya gelombang Covid-19 ketiga bergantung pada kebijakan pemerintah. ”Antisipasi varian Mu, butuh kebijakan pemerintah, utamanya jalur masuk PMI dan WNA. Harus disesuaikan dengan berapa lama mereka karantina,” tutur Agung, Sabtu (18/9).

Agung menjelaskan, varian Mu tidak masuk di Indonesia. Melainkan masih di Amerika Selatan dan Jepang.

”Sebenarnya, Mu tidak seberbahaya Delta. Gejala klinis sama. Tapi orang yang menunjukkan gejala berbeda. Lihat mana yang diinfeksi. Tapi tetap pintu masuknya adalah di hidung, mulut, dan mata,” papar Agung.

Menurut Agung, varian Mu diumumkan WHO beberapa minggu lalu atau pada akhir Agustus saat diketahui muncul di Kolombia. Varian itu mulai terdeteksi pada Januari.

”Sekarang sudah menyebar ke 39 negara. cepat. Mirip dengan varian di regional yang sama. Mu ini berbeda dengan virus lambda dan varian gamma,” terang Agung.

Pada umumnya, varian Mu memiliki kemiripan dengan varian gamma dan lambda. Beberapa penelitian terkait varian Mu diindikasikan punya cara menghindar dari antibodi.

”Dari peneliti, Mu mampu menghindar plasma konvalesen. Ini cukup berbahaya karena kalau menghindari antibodi, ada hubungan dengn vaksin,” jelas Agung.

Untuk menghindari varian Mu masuk ke Indonesia, pemerintah memiliki peran terbesar. Yakni dengan mangawasi kekat keluar masuknya PMI dan WNA. Kemudian dengan mengatur masa karantina PMI.

”Isolasi idealnya aturan main menggunakan masa inkubasi penyakit ini. Masa inkubasi pendek 5 hari dan panjang 14 hari. Rata-rata 14 hari untuk menemukan masa inkubasi, kalau salah memilih waktu, bisa lolos,” ucap Agung.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads