alexametrics

Risma Revisi Perwali Terkait Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan

18 September 2020, 16:23:51 WIB

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, kesembuhan pasien Covid-19 Surabaya mencapai angka 80 persen. Menurut Risma, angka saat ini penularan cukup rendah.

”Hampir satu bulan yang sembuh 100 orang. Tiga hari kemarin kita menerima pasien 10. Artinya kesembuhan di angka 80 persen,” tutur Risma.

Ketika ditanya mengenai denda yang diterapkan bagi warga pelanggar protokol kesehatan, Risma yang juga presiden UCLG Aspac itu mengatakan, berdasar data lapangan ada pengaruh terhadap angka penyembuhan. Jadi menurut dia, denda dinilai lebih efektif.

”Selama ini kan dendanya push up. Kemarin kami disarankan untuk pakai uang. Dan hal itu sudah diubah di Perwali,” tegasnya.

Risma menjelaskan, sudah mengubah Perwali No 28 dan 33 Tahun 2020 terkait upaya pencegahan persebaran Covid-19. Perwali yang sudah diubah akan segera diedarkan. ”Saya tidak lengah. Buktinya angka penyembuhan turun. Contohnya di kecamatan turun denda dengan nominal sekian. Jadi kita nggak pakai hukuman push up lagi. Kita denda,” ujar Risma.

Menurut dia, denda memberikan efek jera. Dia bahkan memberikan apresiasi terhadap perusahaan dan kecamatan. Sebab, mereka sudah tertib dan koordinatif.

Dia menegaskan, apa yang dilakukan bertujuan untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19. ”Kita pengen segera memutus mata rantai Covid-19,” kata Risma.

Bahkan, Risma mengatakan, pihaknya sedang memikirkan bentuk denda bagi warga tidak membawa KTP. ”Nanti misalnya persidangan. Jadi denda diterapkan ke semua tempat. Kafe atau restoran, semua,” ungkap Risma.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika




Close Ads