alexametrics

Rungkut Lor Jadi Zona Hijau Covid-19

18 Juni 2020, 08:08:57 WIB

JawaPos.com – Tiga kelurahan di Kecamatan Rungkut sempat dinyatakan sebagai zona merah. Hal itu terjadi setelah banyak warga yang terpapar Covid-19 dari klaster PT HM Sampoerna. Namun, kondisi itu telah berubah, salah satunya di Jalan Rungkut Lor, Kelurahan Kali Rungkut, Kecamatan Rungkut, yang sudah menjadi zona hijau.

Hal itu diungkapkan Camat Rungkut Yanu Mardianto. Dia mengatakan, sebelumnya jumlah kasus Covid-19 mencapai puluhan, kini sebagian besar sudah sembuh. Yanu menyebutkan, meskipun ada yang positif, jumlahnya tidak sebanyak saat awal-awal dulu. Kondisinya pun lebih terkendali. ”Masyarakat sudah sadar bagaimana mereka menerapkan protokol kesehatan di tempat masing-masing,” katanya.

Dia menambahkan, upaya lain yang berhasil dilakukan untuk menekan angka persebaran adalah penerapan pembatasan sosial berskala lokal (PSBL). Dalam PSBL tersebut, warga dan perangkat setempat memang sepakat mengambil kebijakan yang tegas. Semua area perkampungan hanya menerapkan sistem satu pintu. ”Tidak sembarangan orang luar masuk kampung itu,” ujarnya.

Yanu mengatakan, sistem tersebut membatasi agar tidak ada orang yang membawa virus dari luar. Serta, warga yang ada di sana tidak tertular dari luar. ”Jadi, kasus positif tidak sampai bertambah terus,” katanya.

Ada tiga kelurahan di Kecamatan Rungkut yang menjadi area paling banyak terpapar virus Covid-19 dari klaster pabrik rokok PT HM Sampoerna. Yakni, Kelurahan Kali Rungkut, Rungkut Kidul, dan Kedung Baruk.

PSBL juga akan diterapkan di Kedung Baruk yang terdapat pasien positif Covid-19. Kelurahan bersama pengurus kampung akan membatasi keluar masuk warga. Kemarin koordinasi bersama kelurahan dan pengurus kampung setempat. ”Kami minta agar pengurus turut terlibat. Apalagi, ini sudah dibentuk kampung tangguh di sana,” ujar Lurah Kedung Baruk Fadjar Basuki.

Selain pembatasan akses, dilakukan penyemprotan secara berkala oleh petugas. Di sisi lain, warga juga membantu dalam melakukan pengawasan. Misalnya, salah satu gang di Kedung Baruk yang ada warganya berstatus positif Covid-19. Pasien itu melakukan karantina mandiri.

Ketua RT 1, RW 4, Kelurahan Kedung Baruk, Siti Muyasaroh mengatakan, pihaknya akan memastikan bahwa isolasi mandiri yang dilakukan dilaksanakan dengan baik. Selain itu, pihaknya memiliki tugas untuk tidak terjadi stigma negatif dari warga lain. ”Jelas kami memberi pemahaman kepada masyarakat sekitar bahwa warga yang sedang menjalani perawatan ini tidak menularkan ke yang lain. Apalagi, karantinanya ada di lantai dua rumahnya,” paparnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gal/c13/dio

Saksikan video menarik berikut ini: