alexametrics

Warga Terdampak Proyek Frontage Road Wonokromo Disiapi Flat

18 Juni 2019, 17:37:31 WIB

JawaPos.com – Kelanjutan proyek frontage road di kawasan Wonokromo sedikit tersendat. Penyebabnya, warga yang terdampak proyek jalan tersebut enggan pindah. Kendati tanah yang ditempati selama ini milik PT KAI, mereka menuntut diberi ganti rugi oleh pemkot.

Misalnya, yang disampaikan Narto, seorang warga Wonokromo. Dia mengaku tinggal di Jalan Wonokromo sejak 1954. ”Saya sejak lahir sampai sekarang juga di sini,” ucapnya.

Dia menyebutkan, rumah yang dia tinggali saat ini bersama anak dan cucunya adalah warisan orang tuanya. Dia menolak pindah karena pemkot tidak memberikan ganti rugi.

Sejatinya, pemkot berjanji memberikan flat kepada warga yang terdampak proyek. Namun, mereka menolaknya Menurut dia, flat tidak cocok dengan kondisi keluarganya. Sebab, jumlah anggota keluarganya cukup banyak. ”Saya saja tinggal bersama 10 orang,” katanya.

Tidak diberikannya ganti rugi oleh pemkot membuat warga bingung. Mereka tidak tahu akan tinggal di mana lagi. Untuk membeli rumah baru, Narto menyatakan jelas tidak mampu.

Dia mengatakan sejak lahir merupakan warga Surabaya. Setiap tahun dia juga tertib membayar pajak bumi bangunan (PPB). Yang nilainya, menurut ukuran Narto, tidak kecil. Yakni, Rp 4 juta per tahun.

Narto mengatakan, dirinya akan bertahan bersama keluarganya. Namun jika suatu saat tetap ditertibkan, dia akan nekat tinggal di kolong jembatan layang Mayangkara. ”Kami ini korban kota metropolitan,” katanya.

Di lokasi itu, sebenarnya ada beberapa warga yang sedang duduk di teras rumah. Di samping tembok mereka ada cat merah bertulisan tanda panah ke bawah dengan angka 15. Artinya, rumah mereka termasuk yang bakal ditertibkan untuk FR. Namun, saat Jawa Pos akan mewawancarai, mereka menolak. Memercayakan semuanya kepada Narto.

Camat Wonokromo Tomi Ardianto mengatakan, sesuai perintah pemkot, pihaknya diminta untuk melakukan sosialisasi kepada warga. Khususnya mengenai relokasi saat penertiban bangunan. Pemkot menawarkan flat untuk warga. ”Kami sudah sosialisasikan ke warga soal flat itu,” ucapnya. Namun, memang saat sosialisasi bulan lalu, warga yang tinggal di lahan milik KAI tersebut menolak dan keberatan

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : elo/c6/git