alexametrics

Masih Terkendala Keterbatasan Obat, 5.779 Ternak di Jatim Terpapar PMK

18 Mei 2022, 16:48:56 WIB

JawaPos.com – Persebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Jatim belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hingga kemarin, wabah tersebut telah melanda di 16 kabupaten/kota.

Tercatat, sebanyak 5.779 ekor sapi sudah terserang penyakit tersebut. Dari jumlah itu, 90 persen di antaranya belum sembuh. Kondisi tersebut salah satunya dipicu keterbatasan obat-obatan.

Sejauh ini, upaya penanganan wabah sudah dilakukan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim sudah mendistribusikan obat-obatan untuk hewan ternak yang terpapar. Hanya, sejauh ini, stok obat-obatan tersebut masih terbatas. Akibatnya, tak semua hewan kebagian.

Situasi itu terjadi karena pemerintah belum menyediakan anggaran khusus untuk obat PMK. ”Ini karena Jatim sebenarnya sudah lama bebas dari penyakit PMK,” kata Sekretaris Disnak Jatim Aftabuddin, Selasa.

Meski demikian, dia menegaskan, saat ini penanganan PMK terus diintensifkan. Daerah-daerah yang telah terjangkit kasus PMK langsung diisolasi. Pembatasan pengiriman ternak juga diperketat. ’’Sementara daerah yang belum ada kasus masih diberi kelonggaran,’’ tuturnya.

Upaya pengobatan juga dimaksimalkan. Sejauh ini, hasilnya sudah menunjukkan perkembangan positif. Tingkat kesembuhan sapi yang terpapar PMK di Jatim tergolong cukup tinggi. ’’Untuk ternak yang sakit memang dapat prioritas pengobatan,’’ ucapnya.

Selain itu, tingkat mortalitas (kematian) hewan ternak akibat PMK juga cukup rendah. Hingga kini berada di kisaran 0,6 persen dari total kasus. ”Ini masih jauh dari batas mengkhawatirkan. Di mana tingkat kematian kategori tinggi ada di 1–5 persen,” ungkapnya.

Problem ketersediaan obat-obatan juga terjadi di kabupaten/kota. Sama, mayoritas daerah-daerah itu memang tidak menyiapkan dana khusus untuk pengadaan obat-obatan di APBD-nya.

Seperti di Ponorogo. Meski belum ditemukan kasus PMK di daerah tersebut, pemkab setempat juga kesulitan menyediakan obat-obatan sebagai antisipasi.

”Sama sekali tidak ada anggaran untuk PMK karena wabah muncul baru-baru ini. Makanya, sedang dikaji pergeseran anggaran untuk pengadaan obat,’’ terang Kepala Dispertahankan Ponorogo Masun.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : elo/kid/fin/ori/ron/c17/ris

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads