alexametrics

Kecelakaan Maut di Tol Surabaya–Mojokerto, Empat Anak Jadi Yatim Piatu

Pemkot Jamin Biaya Pendidikan hingga Tahlilan
18 Mei 2022, 12:48:25 WIB

JawaPos.com – Tangisan Sulistiyoningsih pecah di hadapan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Selasa (17/5). Kakak kandung Fita Sari, istri Dedi Purnomo yang menjadi korban kecelakaan bus di Km 712 tol Surabaya–Mojokerto (Sumo), itu tidak hanya sedih karena kehilangan anggota keluarga. Sulis juga memikirkan nasib anak-anak Fita dan Dedi yang kini yatim piatu. Fita dan Dedi memiliki dua anak. Anak pertama bernama Adrian Maulana.

Usianya 18 tahun dan baru lulus SMA. Sedangkan anak kedua bernama Krisnu Feri. Bocah 7 tahun itu baru duduk di kelas I SDN Benowo 1. ”Gimana Pak? Ya Allah, Pak,” ucap Sulis kepada Eri yang didampingi istrinya, Rini Indriyani.

Sulis merupakan satu di antara 10 perwakilan keluarga korban yang hadir di pendapa Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, kemarin. Mereka mendapatkan santunan dari pemerintah kota (pemkot). Selain menerima sembako, pemkot juga memberikan jaminan pendidikan untuk anak-anak korban kecelakaan.

Sebab, beberapa anak kehilangan kedua orang tuanya. Selain dua anak Fita dan Dedi, ada Stella Patricia. Remaja 17 tahun yang masih duduk di bangku SMA itu juga menjadi korban kecelakaan di Km 712 tol Sumo. Tulang paha kaki kirinya patah dan baru menjalani operasi di RS Petrokimia Gresik.

Titis Hermi Yuni Lestari serta Sony Suprayitno, orang tua Stella, meninggal dalam peristiwa nahas itu. Termasuk Steven Arthur Abraham dan Steffany Gracya Angelina, adik Stella.

Ada pula Cipta Prayoga Al Fatah. Putra semata wayang pasangan Nita Ning Agustin dan Andik Suyanto itu juga menjadi yatim piatu. Kedua orang tuanya termasuk dalam daftar korban yang meninggal. Yoga yang masih duduk di bangku SMP juga menjadi korban kecelakaan dan masih menjalani perawatan di RS Petrokimia Gresik.

Shaquila Myesha Ramadhani bernasib sama. Di usianya yang masih 5 tahun, putri tunggal pasangan Ainur Rofiq dan Nailatur Istiada itu harus kehilangan sang ayah. Rofiq meninggal dalam kecelakaan bus yang baru pulang dari Wonosobo tersebut.

Eri menyatakan, anak-anak para korban akan menjadi anak asuh Pemkot Surabaya. Biaya pendidikan anak-anak korban kecelakaan akan ditanggung oleh pemkot. ”Sampai ke jenjang yang paling tinggi (kuliah, Red),” ucapnya.

Orang nomor satu di Kota Pahlawan itu juga berjanji akan memberikan pendampingan untuk para keluarga korban. Baik pendampingan untuk trauma healing maupun saat di rumah sakit. ”Semua biaya rumah sakit ditanggung (oleh pemkot, Red). Di semua rumah sakit tempat para korban dirawat sudah kami siagakan satu petugas dari pemkot. Kalau ada perlu apa-apa, tinggal dijawil,” tuturnya.

Tidak hanya biaya pendidikan dan perawatan di rumah sakit. Pemkot juga bakal menanggung semua kebutuhan untuk tahlilan para korban yang meninggal sampai tujuh harinya. ’’Warga sedang kesusahan. Jangan sampai dibebani lagi. Kami yang tanggung kebutuhan untuk tahlilannya nanti,” katanya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adi/mar/c6/git

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads