alexametrics

Harga Minyak Goreng Curah di Surabaya Naik Hingga Rp 20 Ribu/Kg

17 November 2021, 14:45:49 WIB

JawaPos.com–Tingginya harga minyak goreng curah di pasaran Kota Surabaya dipicu turunnya panen sawit semester kedua. Bila sebelumnya harga minyak goreng curah berada di kisaran Rp 11.000 hingga Rp 15.000 kini harga minyak goreng di pasaran mencapai Rp 20.000/kg.

Kepala Distribusi Dinas Perdagangan (Disdag) Surabaya Trio Wahyu Bowo mengakui hal tersebut. Penurunan panen sawit membuat suplai crude palm oil (CPO) atau minyak nabati dari buah kepala sawit menjadi terbatas.

”Dampaknya, terjadi gangguan pada rantai distribusi industri minyak goreng. Terlebih permintaan CPO untuk industri biodesel juga tinggi,” tutur Trio ketika dihubungi pada Rabu (17/11).

Pemerintah Kota Surabaya pun melakukan beberapa langkah untuk merespons hal itu. Di antaranya yakni menjalin kerja sama dengan distributor minyak goreng curah. Kemudian, operasi pasar digelar di 31 kecamatan di Surabaya.

”Operasi pasar sudah dilakukan sejak awal November,” jelas Trio Wahyu Bowo.

Dengan operasi pasar di kecamatan, Trio bermaksud untuk mendekatkan komoditi pasar kepada warga. Sehingga warga tidak perlu lagi kebingungan dan kesulitan mencari minyak goreng curah.

”Kami berharap nanti harga minyak goreng curah bisa kembali stabil seperti sebelumnya,” ujar Trio Wahyu Bowo.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Surabaya Wiwiek Widayati menjelaskan, harga minyak goreng sudah naik sejak awal bulan. Kenaikan harga minyak goreng itu terjadi secara bertahap.

”Sebelumnya harga Rp 11.000, kemudian naik jadi Rp15.000. Naik lagi Rp18.000 dan jadi Rp 20.000/kg,” tutur Wiwiek.

Meski demikian, lanjut dia, terdapat beberapa komoditas yang harganya turun. Salah satunya adalah telur ayam. Sebelumnya, harga telur ayam Rp 24.000/kg.

”Kemudian turun hingga Rp 20.000/kg. Sudah turun di bawah HET (harga eceran tertinggi). Suplainya banyak, harga turun,” ucap Wiwiek.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads