alexametrics

Masyarakat Miskin Curhat ke Machfud Arifin

17 Oktober 2020, 12:30:17 WIB

JawaPos.com – Tiani meluapkan keresahannya saat dikunjungi calon wali kota Machfud Arifi, Jumat sore (16/10). Warga RT 1, RW 2, Kejawan Lor, Kenjeran, itu sambat karena selama bertahun-tahun tidak pernah mendapatkan bantuan. Padahal, kondisi ekonominya termasuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ibu dua anak itu mengaku sejak dirinya tinggal di RT 1 sekitar 30 tahun lalu sampai sekarang, tidak ada satu pun bantuan yang masuk. Pendapatannya sebagai pembantu rumah tangga dan suaminya yang bekerja sebagai nelayan sangat pas-pasan.

Beberapa bulan terakhir, suaminya jarang sekali melaut karena memang sudah tua. Anak pertamanya menjadi korban PHK akibat pandemi Covid-19. Meski penghasilannya kini naik, Tiani merasa upah yang dia dapat dari bekerja sebagai pembantu rumah tangga tidak cukup. ”Sekarang Rp 50 ribu dimakan orang lima apa ya cukup, Pak,” kata dia sambil meneteskan air mata.

Ketua RT 1, RW 2, Ishakumar mengaku sudah mengusulkan nama Tiani sekeluarga sebagai penerima sosial tunai (BST) maupun bantuan langsung tunai (BLT). Namun, tidak ada satu pun yang lolos verifikasi. ”Padahal, saya tahu sendiri Bu Tiani ini orang tidak mampu,” katanya.

Bahkan, kata Ishakumar, nama Tiani tidak masuk dalam daftar MBR. Dia mengaku sudah mengusulkannya ke dinas terkait melalui aplikasi yang telah disediakan. Namun, lagi-lagi nama Tiani sekeluarga tidak lolos verifikasi. ”Saya juga tidak tahu kenapa. Kami pengurus RT sudah mengusahakan,” ucapnya.

Dengan sigap, Machfud meminta timnya untuk mencatat nama beserta alamat lengkap Tiani. Dia memastikan orang-orang seperti Tiani akan diberi perhatian lebih. ”Keluhan semacam ini hampir saya terima dari berbagai daerah. Saya sampai heran, ini kok banyak sekali warga kurang mampu yang tidak diperhatikan,” terangnya.

Mantan Kapolda Jatim itu mengaku sudah menyiapkan program Rp 1 juta per KK bagi warga MBR. Dia memastikan program tersebut akan tepat sasaran. ”Kita tentu harus memanfaatkan teknologi yang ada. Baik proses pendataan maupun verifikasi harus cepat. Ini jadi prioritas dan orang-orang seperti Bu Tiani ini akan kami prioritaskan,” jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : adi/c6/jun




Close Ads