alexametrics

Dianggap Peduli Wong Cilik, Machfud Arifin Didukung Purnawirawan Polri

17 Oktober 2020, 15:55:34 WIB

JawaPos.com – Sosok calon wali kota Surabaya Machfud Arifin dikenal sebagai Bapak Pembangunan di lingkungan Kepolisian Indonesia (Polri). Berbagai perubahan dilakukan oleh alumnus SMPN 1 Surabaya ini. Salah satunya, selalu membangun masjid di berbagai tempat. Hal tersebut diungkapkan oleh Sukarsan, ketua dari Persatuan Keluarga Besar Purnawirawan Polri Cabang Surabaya.

“Meskipun saya tidak pernah berada di satu kestauan bersama beliau, namun semua orang sudah mengetahui sosok Pak Machfud yang peka dan peduli dengan sekitar. Misalnya, dengan membangun masjid,” tuturnya pada Sabtu (17/10).

Sukarsan mengungkapkan, program yang diusung Machfud Arifin cocok diterapkan karena telah melihat kondisi Surabaya secara langsung. “Jadi bukan karena saya purnawirawan Polri kemudian mendukung beliau, melainkan karena programnya cocok dan sesuai,” tuturnya.

Di sisi lain, Ia melihat sosok Machfud Arifin peduli dengan masyarakat kecil. “Terlebih lagi masyarakat yang kurang didengar. Saya melihat beliau punya komitmen tinggi untuk menyejahterakan seluruh warga,” ujar dia.

Sementara itu, calon wali kota Machfud Arifin mengatakan bahwa dukungan yang diberikan purnawirawan bukan karena mereka datang dari institusi yang sama, melainkan karena program yang diusung sesuai dengan keinginan warga.

“Setelah melihat dan pergi ke berbagai tempat, saya merasa banyak tempat di Surabaya yang belum tersentuh. Menurut Bapak Ibu purnawirawan, kepedulian itu yang harus selalu dipupuk dan diterapkan di Surabaya,” ujarnya.

Machfud berterimakasih atas dukungannya. Ia bahkan mengatakan bahwa Ia tidak mungkin menjadi calon wali kota tanpa pengalaman yang didapatkan selama menjadi bagian dari institusi kepolisian.

“Dari Polri saya belajar bahwa sebaik-baiknya orang adalah mereka yang bermanfaat untuk orang lain. Saya lihat sendiri banyak aspek di Surabaya yang harus dibangun dan lebih diperhatikan. Untuk itu saya maju sebagai calon wali kota,” akunya.

Beberapa hal yang ingin dikembangkan kembali oleh mantan Kapolda Jawa Timur ini adalah memperhatikan kebutuhan dan meningkatkan kemampuan warga. Ia mengaku miris melihat kondisi pasar dan perkampungan di Surabaya yang jauh dari kata metropolitan.

“Beberapa rumah belum memiliki jamban dan sanitasi yang baik. Tiap kali saya mengunjungi mereka, mereka mengaku sudah pernah mengirimkan permohonan bantuan ke pihak berwajib. Tapi tidak ada jawaban. Ini yang membuat saya merasa pemerintah harus berkolaborasi dan merangkul rakyat,” pungkasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : rafika




Close Ads