alexametrics

PMK Mewabah, Penjualan Daging dan Kaki Sapi di Surabaya Tetap Normal

17 Mei 2022, 12:14:12 WIB

JawaPos.com- Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak tak memengaruhi penjualan daging di pasar tradisional Surabaya. Sejauh ini, pedagang mengaku penjualan daging masih relatif normal.

Anisa, seorang pedagang daging sapi di Pasar Wonokromo, menyatakan, penjualan daging di lapaknya tidak terpengaruh akan wabah PMK. Permintaan pun relatif stabil di 200 kilogram hingga 250 kilogram tiap harinya. ’’Tidak terdampak sih. Ambilnya juga dari RPH Kedurus. Insya Allah, aman, tidak ada penyakit,’’ ucapnya kemarin (16/5).

Terkait dengan ketersediaan suplai daging, Anisa mengaku RPH Kedurus masih bisa memenuhi kebutuhan daging untuk kiosnya yang didominasi pembelian dalam partai besar. Harga daging per kilogram juga stabil sejak sebelum Lebaran, yakni Rp 130 ribu. ’’Belum ada info pengurangan suplai. Harga dari ketika Ramadan juga segitu, belum ada kenaikan lagi,’’ tandasnya.

Senada dengan Anisa, pedagang lainnya, Siti Rohimah, menyatakan, pembeli di kiosnya pun tak khawatir membeli kaki sapi di tengah maraknya isu PMK. Bahkan, salah satu pelanggannya dari Restoran Padang acap kali membeli dalam jumlah besar hingga 15 kaki sapi tiap harinya.

Permintaan pun stabil dengan jumlah 50 kikil sapi tiap hari. Harga pun tidak mengalami kenaikan, yakni pada harga Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu, bergantung pada ukurannya. ’’Sempat khawatir jualan, tapi dapat info kalau penyakitnya tidak menular ke manusia, jadi ya udah tidak takut lagi,’’ jelasnya.

Sementara itu, Dirut PD RPH Surya Fajar Arifianto Isnugroho mengungkapkan, jumlah pemotongan daging hingga kemarin (16/5) di RPH Kedurus dan RPH Pegirian masih dapat dikatakan normal. Total pemotongan sapi di kisaran 140 hingga 160 ekor per harinya. ’

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : dho/c12/ai

Saksikan video menarik berikut ini: